Ibarat perjalanan, ini adalah titik paruh setengah perjalanan.Perasaan baru kemaren mereka melemparkan petasan dan kembang api yang menjulang kelangit-langit malam menyambut pergantian tahun. Akhirnya haripun mempertemukan kita dipintu Juni.
Yang beruntung adalah mereka yang sudah melingkari tanggalan dibulan ini.
Yang beruntung adalah mereka yang sudah melingkari tanggalan dibulan ini.
Semalam Indonesia melawan Belanda, Gelora bung karno menjadi saksi negara bekas jajahannya tersebut masih berada dibawah mereka. Belanda bukanlah negeri yang besar dari segi teritorial, dan sayapun tak mengetahui banyak sejarah negara yang satu ini, selain keserakahannya berwujudkan menir selama beratus tahun mengerus kehormatan indonesia dan hanya meninggalkan sisa-sisa duka untuk indonesia.
Saya tak tertarik mebahas tentang pertandingan yang mempertemukan antara bekas negara yang menjajah dan dijajah tersebut . Dua hari yang lalu sempat nonton film Sang Kiai di XXI ambarukmo, saya merekomendasikan bukan hanya kaum nahdiyin namun seluruh umat muslim yang ada di indonesia untuk menonton fim ini. Saya bukan pengikut NU sekalipun orang tuaku adalah nahdiyin, akan tetapi dari film ini, kita akan menemukan sebuah pencerahan tentang bagaimana sebenarnya kemurnian Nahdatul Ulama yang didirkan oleh KH. Hasyim Ashari ditengah guncangan politik serta penjajahan belandan saat itu.
Film ini hebat, berlatar tahun 1940-1947, peran KH. Hasyim Ashari yang merupakan pendiri NU, memperlihatkan Dien (Agama), bukanlah suatu yang hanya membahas masalah lima rikun islam, namun beliau mampu memperjelas tentang konsep rahmatan lilalamin yang mudah dipahami. Nasionalisme dan Islam bukanlah suatu kotak yang berada dalam wilayah yang berbeda namun didalam Agama telah mencakup nasionalisme itu sendiri.
Ujian akhir semester sedang berjalan, memang tak banyak cerita bulan ini, untuk menulispun jemari terkesan mulai kaku kehilangan kelenturannya. Yang ada dipikiranku saat ini hanya berfikir pragmatis, menghabiskan semua bacaan, buku-buku farmasi, Sains,biografi, Sejarah,Sastra, Mushab.
Semalam saya noton film Life of pi , ngopi filenya dari warnet dekat kos, bercerita tentang seorang anak yang bertahan hidup disamudra pasifik, setelah kapal yang ditupanginya karam dalam perjalanan dari india menuju amerika serikat.
Banyak Petikan yang hebat dari film ini:
'Meyakini segalanya sama saja kita tak meyakini apapun',
'Jika ingin meyakini sesuatu mulailah dari alasan tentang keyakinan tersebut.
'Ilmu datang untuk memahami berbagai macam alasan apa yang ada dijagat raya ini beserta proses penciptaannya, akan tetapi ada sesuatu yang tidak mampu dipahami oleh ilmu namun hanya bisa dipahami oleh hati.
'Ilmu adalah penyangga untuk merasionalisasikan perdebatan tentang Agama yang terkesan mistis.
Selamat Datang Syaban.. Ya Ramadhan..