Ent(d)ah
jika aku buku
Mungkin
mata akan membersamai ku
Tapi aku
adalah malu..
Malu yang
sulit untuk keluar dari ringannya rindu..
Mungkin
saya saja yang merasakannya...
Dan saat
kamu adalah wajah itu,,
Saya tahu
kalau pilihan hanyalah pembuka 'pintu' untuk menemui kebahagiaan itu..
Saya adalah
Kata ‘Cinta’, Tapi Cinta tak berkata apa-apa....
Dan
memang seperti itulah adanya
Melow dan
dingin dipenantian awal musim hujan
Sakit
adalah hilangnya kata dari lisan
Dan Lisan
hanyalah tuan yang 'semau'nya saja bertandang..
Saya bisa
saja memaksanya untuk tinggal sedikit lebih lama..
Namun
apalah artinya, jika kebersamaan tak tercampur dengan rasa bersama..
Mungkin
saya kembali membutuhkan 'lusuh'..
Lusuh
yang dulu telah saya buang...
di sudut pagi selokan mataram,,
di sudut pagi selokan mataram,,
Kasihan dia,
entah seperti apa pilunya dia saat ini,
Saya rindu akan lusuh, dan bumi sangat menyukainya.
Buktinya
orang-orangan lusuh digemari bacaannya.
Saya bisa
saja meramu rindu,
Dengan sedikit
racikan coklat manis yang rahasia..
Menjadikannya
endemik di setiap mata yang melihatnya...
Dan saya
mau menarik melow itu kembali..
mungkin
menangkapnya dengan waktu..
Saya pernah
mengutuknya, sedih sekali rasanya..
memang ‘Penyesalan’seperti
itulah adanya..
Untuk melunasi
Sesal dengan ‘Puisi’, mungkin Takkan ‘mungkin’..