Tepat 1 Hari setelah hari kelahiranku yang ke 23 (29 Juni 1989) (Sudah Cukup Tua ternyata #Sambil nyengir ). Sempat dapat surprize dikerjaian sama saudara-saudara tercinta dan kelurga kecilku. Seingat saya ini yang pertama kalinya seumur-umur dapat kejutan ditanggalan ini dan untuk pertama kalinya dirayain.
Hari ini 30 juni, hari terakhir dibulan istimewa dalam tanggalan hidupku. Bersyukur masih diberikan kesempatan menikmati umur dan menghirup udara diawal pertama menapaki umur baru. Hari ini pula, dapat kabar gembira dari Negeri seberang, ternyata ikhtiar serta doaku dijabah oleh Allah, Alhamdullilah diberikan kesempatan untuk kembali belajar lagi dibangku kuliah (Jadi mahasiswa lagi). Tepatnya dikampus UGM. Sebelumnya saya tak tahu banyak mengenai kampus ini, yang saya ingat dari kampus itu hanyalah informasi almamater abu-abunya dan termasuk dalam deretan rangking teratas universitas seantreo dinegeri ini. Semua seperti mimpi, dilanjutkan sujud syukur atas kesempatan yang tidak banyak orang mendapat kesempatan ini.
Berita ini pun sampai ketelinga kedua orang tuaku, dilanjutkan sedikit haru dari mereka sambil ku memeluk keduannya. Tampak dari wajahnya yang kini tak lagi muda menyiratkan sebuah harapan yang belum saya tahu apa maknanya, telintas dalam fikiran tentang doa tulus yang selalu beliau panjatkan buat sibungsu ini untuk melanjutkankan studinya.
Kali ini kurasakan Allah begitu dekat bahkan terasa amat dekat dari pada urat tubuhku.Kali ini saya benar-benar menjadi saksi, bahwa Doa orang tua adalah doa yang paling mudah diijabah oleh Allah,S.W.T..
Terlintas difikiran tentang kejadian ini. Sebagai hamba kita harus siap menghadapi apa yang ditakdirkan Allah untuk kita baik itu cocok maupun yang tidak cocok.Tugas kita hanya meluruskan niat setelah itu menyempurnalan ikhtiar. Apa manfaat gelar sepanjang apapun, namun ujung-ujungnya akan ditinggalkan pula. Yang berhasil adalah yang dapat dekat dengan Allah dan mampu memberikan manfaat untuk sesama. Orang menderita bukan karena kenyataan melainkan tak mampu menerima kenyataan. Insyallah saya terima ini bukan sebagai suatu yang disambut dengan hiruk pikuk kebahagian. Namun sebagai ujian untuk menjadi ladang amalan dan berbakti kepada orang tua.
Diatas kapal menuju samarinda saya menulis ini,masih teringat jelas tadi saya menyalami dan memeluk keluarga kecilku satu persatu untuk berpamitan dan diantar sampai kepelabuhan Raga ini seakan melompat untuk bersiap terbang, berlari mengejar mimpi-mimpiku yang terlanjur berani saya lemparkan ketiang-tiang langit agar Tuhan mudah untuk menggapainya..
![]() |
| Pose Depan Kampus |
Ku awali semua dengan Bismillah,,,,
![]() |
| Preper to trip |
Samarinda, 2 Juli 2012














