Minggu, 16 Desember 2012

Awalnya...

         Tepat 1 Hari setelah hari kelahiranku yang ke 23 (29 Juni 1989) (Sudah Cukup Tua ternyata #Sambil nyengir ). Sempat dapat surprize dikerjaian sama saudara-saudara tercinta dan kelurga kecilku. Seingat saya ini yang pertama kalinya seumur-umur dapat kejutan ditanggalan ini dan untuk pertama kalinya dirayain.
Dapat Kerjain


      Hari ini 30 juni, hari terakhir dibulan istimewa dalam tanggalan hidupku. Bersyukur masih diberikan kesempatan menikmati umur dan menghirup udara diawal pertama menapaki umur baru. Hari ini pula, dapat kabar gembira dari Negeri seberang, ternyata ikhtiar serta doaku dijabah oleh Allah, Alhamdullilah diberikan kesempatan untuk kembali belajar lagi dibangku kuliah (Jadi mahasiswa lagi). Tepatnya dikampus UGM. Sebelumnya saya tak tahu banyak mengenai kampus ini, yang saya ingat dari kampus itu hanyalah informasi almamater abu-abunya dan termasuk dalam deretan rangking teratas universitas seantreo dinegeri ini. Semua seperti mimpi, dilanjutkan sujud syukur atas kesempatan yang tidak banyak orang mendapat kesempatan ini.

       Berita ini pun sampai ketelinga kedua orang tuaku, dilanjutkan sedikit haru dari mereka sambil ku memeluk keduannya.  Tampak dari wajahnya yang kini tak lagi muda menyiratkan sebuah harapan yang belum saya tahu apa maknanya, telintas dalam fikiran tentang doa tulus yang selalu beliau panjatkan buat sibungsu ini untuk melanjutkankan studinya.

         Kali ini kurasakan Allah begitu dekat bahkan terasa amat dekat dari pada urat tubuhku.Kali ini saya benar-benar menjadi saksi, bahwa Doa orang tua adalah doa yang paling mudah diijabah oleh Allah,S.W.T..
Terlintas difikiran tentang kejadian ini. Sebagai hamba kita harus siap menghadapi apa yang ditakdirkan Allah untuk kita baik itu cocok maupun yang tidak cocok.Tugas kita hanya meluruskan niat setelah itu   menyempurnalan ikhtiar. Apa manfaat gelar sepanjang apapun, namun ujung-ujungnya akan ditinggalkan pula. Yang berhasil adalah yang dapat dekat dengan Allah dan mampu memberikan manfaat untuk sesama. Orang menderita bukan karena kenyataan melainkan tak mampu menerima kenyataan. Insyallah saya terima ini bukan sebagai suatu yang disambut dengan hiruk pikuk kebahagian. Namun sebagai ujian untuk menjadi ladang amalan dan berbakti kepada orang tua.

          Diatas kapal menuju samarinda saya menulis ini,masih teringat jelas tadi saya menyalami dan memeluk keluarga kecilku satu persatu untuk berpamitan dan diantar sampai kepelabuhan Raga ini seakan melompat untuk bersiap terbang, berlari mengejar mimpi-mimpiku yang terlanjur berani saya lemparkan ketiang-tiang langit agar Tuhan mudah untuk menggapainya..
Pose Depan Kampus
Ku awali semua dengan Bismillah,,,,

Preper to trip
Samarinda, 2 Juli 2012

Rabu, 24 Oktober 2012

Ada apa?


Ku Ingin Menulis Hari ini
Tepat 1 hari sebelum 10 zhulhijah.

Fantasiku kembali menarik ku ke dimensi  beberapa ribu tahun lalu, nampak seperti gurun-gurun gersang semenanjung jazirah arab, terlihat dari kejauhan seseorang yang masih dalam sangkaanku adalah manusia agung bernama Ibrahim A.S yang sedang menghadapi cobaan dari Tuhannya tentang tafsir mimpi yang menyuruhnya untuk menyembelih anak kesayangannya Ismail A.S..

Sambil duduk termenung diperpusatakaan UGM sebelah Utara lantai 2, menghadapkan wajah keluar menikmati serpihan angin yang bermain dengan dahan-dahan sambil sesekali membuat nyenyak tidur daun sedikit terganggu..


12.30 setelah dzuhur, mata ini terus memerehatikan apa yang ada disekekliling, meskipun ada beberapa penghalang dikaca yang mengatas namakan diri mereka laskar debu, yang sengaja hinggap disitu untuk memperingatkan tuannya jika kaca itu harus segera dibersihkan.

Siklus hidup terus berputar, pagi tertarik oleh sore, siang dinantikan oleh malam. Hulu selalu mengirimkan titipannya agar sampi kehilir. Tak banyak yang mengerti kenapa seperti itu, mereka melakukan itu tanpa ada ataupun tidak ada kita.Terkadang saya berfikir ada senbuah sistem keseimbangan yang diatur dengan analog turn 0ff, yang jika sudah ditekan semua siklus itu akan berhenti, dan kelak masa itu akan datang. Dan sampai hari ini mereka masih tetap patuh menjalankan amanahnya..

Hiduh banyak pemaknaannya...

Mulai dari memasukan makanan melalui mulut, hingga menghasilkan energi yang  dilakukan oleh peralatan-peralatan canggih yang kita miliki. Hidup itu menghirup Oksigen serta mengeluarkan karbondioksida, namun ternyata tidak sesederhana itu. Dalam tubuh masih ada lagi instrumen-intrumen canggih yang bisa mensintesis oksigen untuk dimanfaatkan untuk keberlangsungan siklus hidup.

Namun ada suatu catatan menarik yang bisa diambil, bahwa sanya hidup itu merubah sesuatu yang sederhana menjadi sesuatu yang bermanfaat, Hidup pun memiliki siklus yang jika nilai awal sama dengan akhir, maka tak akan bisa berlangsung......

Selasa, 12 Juni 2012

Kutitipkan syair untuk Hujan...


..........
Kubiarkan kaki ini berlari..
Untuk mengelabui hujan
Agar ia tak tahu  ada air mata yang tumpah  dipelipis nadi..

Kumelihat ilalang mengadu pada Tuhannya
Yang terlanjur iri dengan kepompong yang bisa berubah sesuka hati...

Kumelihat rumput pun melakukan hal serupa
Turut mengadukan nasibnya 
Mengapa ia tak berwujud mahkota yang selalu dimadu oleh kumbang...


Kebohongan apa ini Tuhan...??
Mata ini sempat terkagum dengan keindahan
Setelah diperhatikan ternyata itu semu....

Kuperhatikan disekelilingku...

Ada yang menangis
Ada yang tertawa
Ada yang kelaparan
Ada yang kekenyangan
Ada yang meminta
Ada yang menyembunyikan
Ada yang pintar membodohi..
Ada yang membohongi kejujuran

Tempat apa  ini Tuhan???...
Memilih menjadi angin jauh lebih baik
Dari pada menjadi kesatria yang tak bisa berbuat apa-apa... 

#Syair untuk mereka yang senang menjamu diri..

Tentang Diri...

.......

Hakekatnya kita tahu apa yang diinginkan diri
Namun terkadang panggilan hati nampak tak seindah bidadari...
Entah apa gerangan yang terjadi
Sejak diri lebih senang menyendiri dari pada merangkul Hati...

Ku hanya ingin sendiri....


Ku tahu mengapa kesendirian selalu dekat dengan kesunyian
Bukan karena sapaan akrab persahabatan
Atau ikatan tali yang terlanjur dieratkan didalam hati...

Ada bunyi yang tak sama dipertemukan dalam noktah yang seirama

Penghargaan diri  terlanjur pekat karena selalu menuntut diri....
Mengertilah wahai diri..
Ada hati yang putih sedang menunjukan mimik sepi..
Karena hitam datang mengelabui....

Kotak Diri : mencari kemana arah perginya hati....
15:00 WIT, Tepi Kampus Abu-Abu....
12 Juni 2012

Senin, 11 Juni 2012

Syair yang kutitipkan untuk malam...


.........
Mulanya ku tidak percaya tentang kesetiaan yang disembunyikan bulan dibalik keindahannya
Namun malam datang bertandang menghampiri diri
Nampak ada sesuatu yang ingin disampaikan
Ternyata pembelaan terhadap Bulan yang mewakili kehadirinnya


Bulan tidak lah sempurna seperti yang menciptakannya
Terkadang mereka terlampau menghambakan siang
Meninggalkan kecemburuan yang menemani kesendirian malam...
Terkadang awan kelam datang menutupi kesunyian
Yang terlanjur pilu karena kereta telah telah berlalu

Angin yang sedari dulu jatuh hati kepadanya hanya mampu diam dibalik penghambaanya...
Bulan juga merasakan hal serupa, akan tetapi penghambaannya jauh lebih ia rasakan karena cahayanya tertulis indah dilangit malam..

Kotak malam [Syair yang tidak sengaja tertuliskan karena melihat indahnya bulan dalam kesendirian]’’’’
Pukul 20:55 11 Jui 2012 

Minggu, 10 Juni 2012

Celoteh Angin menyambut Layang-Layang Mimpi...


.........
Setetes embun  menyapa lamunanku pagi ini.
Langit nampak kesepian ditinggal pergi tuannya dan hanya meninggalkan untaian kelabu....
Namun hal ini tak menarik perhatian Hujan untuk menurunkan pasukannya turun ke bumi...
Seakan payung  Tuhan datang untuk menaungi perjalanku dan Dia mempersilahkan Mentarinya untuk beristirahat sejenak...
Kucoba melangkah dengan Kaki kanan terlebih dahulu diikuti batin yang turut mengeluarkan Lafaz bismillah. Kata ini selalu menjadi mantra sederhanaku untuk menaklukkan teka-teki kehidupan misterius ini..
Ini adalah pengalaman pertamaku menginjakan kaki ditanah jawa....
Memang bukan saya orang pertama dari kampungku yang menginjakkan kaki dikota ini, namun ini menjadi sejarah panjang perjalan seorang anak kampung yang berasal dari kaki gunung belantara Kalimantan yang terlanjur melemparkan mimpi-mimpinya ditiang-tiang langit yang tak akan terlampau oleh angin...

Kenangan semalam bersama ke empat sahabatku serta kerinduan akan senja dan buaian lembut mesra angin mamiri belum bisa melepaskan diri dari ingatanku....
Kuperhatiakan kebelakang ternyata jejak langkah sudah terlampau jauh...
Dihadapanku nampak di kejauhan medan sudah di persiapkan Tuannya hanya untuk menyambut kedatangan ku. Terlihat diujung sana rintangan yang nampak semu karena  tertutup kabut dan entah bagaimana bentuknya, namun keyakinan ku dipuncaknya ada istana langit yang sedang menanti keletihanku...


Kaki kananku menjadi saksi bahwa saya sudah pernah menginjakan kaki ditanah jawa.
Setiba di bandara Juanda tujuan selanjutnya adalah stasiun kereta yang akan mengntarkanku menuju tempat dimana sudah ada mimpi-mimpi indahku menanti disana...
Pagi itu saya ditemani seoarang sahabat lamaku yang sudah ku titipkan pesan sebelum hari kerangkatanku  agar kiranya dapat menjemput di Bandara kota Kembang ini..
Muhadi chani namanya, Nampak raut wajah beliau masih tetap bercahaya masih sama seperti dulu, rangkulan serta jabatan tangannya kusambut dengan rasa rindu yang sudah hampir gersang karena dua tahun lamanya tak bertemu...

Sebelum menuju stasiun kami singgah dulu untuk mengisi energi yang sudah sedari tadi mulai terkuras. Pilihan kami tertuju pada warung kaki lima yang cukup ramai siang itu tepat disudut taman kota..
Kuperhatiakn dibagian depan warung tersebut tertulis ‘Soto Lamongan’ dengan latar hijau kainnya..
Salah satu Kuliner khas Kota ini yang cukup familiar kudengar, kali ini saya bisa merasakan masakan langsung dari tempat asalnya. Saya dapat menyimpulkan sekalipun banyak makanan khas daerah yang membuka cabang-cabangnya didaeah-daerah.
Namun kita akan mendapatkan sensasi yang berbeda ketika kita menikmati makanan yang diperoleh langsung dari sumbernya...
Selepas itu lalu kami beranjak menuju stasiun tua tepat berada ditengah kota surabaya. Stasiun Gubeng menjadi pilihan nama yang unik untuk rumah singgah kendaraan besi cepat peninggalan jaman belanda ini.
Suasana beranjak siang.  Nampak Langit sudah mulai berawan dengan kilau biru indahnya ditemani dengan  surya yang nampak sudah kembali mengambil alih tugasnya....
Setelah menukarkan tiket dengan sisa uang receh yang tersimpan dikantong sebelah kiri jaket abu-abu lunturku. Lalu saya beranjak naik keatas kereta yang baru saja tiba dari stasiun sebelumnya yang entah ku tahu apa namanya..

Diatas kereta kumencari gerbong 6 kursi 18c sesuai dengan yang tertera di tiket ku. Ternyata letaknya tepat sudut sebalah kiri gerbong bersebelahan langsung dengan jendela yang sudah sedikit lusuh dimakan umur. Dalam hatiku berguman tempat yang ideal untuk melepas lelah sambil kembali berkunjung kenegri khayalku...

Masisnis mulai menarik gerbong-gerbong besinya, tepat pukul 10.00  pagi saya meninggalakan stasiun dengan model interior belanda masih melekat disekelilinnya itu, alunan lagu david cook mengalir indah diruang dengarku, sementara diluar terhampar hamparan sawah luas yang dibatasi perbukitan, hal ini menjadi suguhan menearik siang itu untuk mengobati sedikit rasa lelah yang sedari tadi menghampiri...

Tiba-tiba Lamunanku sedikit terganggu, kuperhatikan disudut kejauhan ada pemandangan yang berbeda diujung sana, Ku meilihat Layang-layang Mimpiku Terbang kokoh berdendang bersama angin, membuat awan biru cemburu karena saya tak menghiraukannya.
Sesaat Adrenalin ku kembali memuncak, rasa ingin berlari mengejar layang-layang itu.....
Dalam hati berguman “Ya tetaplah terbang Layang-Layangku..Saya akan terus belajar menjadi dalang yang baik untuk mempertahankanmu bisa bersahabat dengan angin...

Kotak Mimpi, Ditulis dihalaman  buku harian biru yang setia menemani perjalanan menuju mimpiku..16.35 WIT 7 Juni 2012

Sabtu, 09 Juni 2012

Tinggalkan Malam Menjemput Mimpi


Selamat tinggal malam...
Sapaan senja masih hangat kurasa sedari tadi...
Seakan mereka tak ingin berhenti untuk mencumbuku hari ini...
Tiket yang sudah disiapkan sejak 5 hari lalu, tersimpan rapi dikantong sebelah kanan ransel biruku..
Nampak tertera pukul 06.30 WITA namun sang pemilik maskapai merekomndasikan untuk hadir 2 jam lebih awal....
Malam ini seakan semua yang ada disekelililngku melambaikan tangannya
Kulihat bulan bermata sendu nampak  memperlihatkan kesedihanya entah karena kepergianku atau karena kumpulan rasi bintang  yang sudah tak lagi setia menamani malam-malamnya..
Bersama ke empat sahabatku,Yusuf mangaukang, Irfan djimbe, Veno mahakesa, dan Syarif kukarannuang kami keluar berpamitan dengan pemilik kos yang begitu baik hati sudah sudi menampungku beberapa bulan terakhirku di Kota ini..
Ku paham sekarang mengapa Mereka yang pernah merasakan ditinggal pergi akan bersedih...dan mengapa mereka yang Meninggalkan  juga turut merasakan hal serupa...
Batin kembali menyalahkan diri mengapa mesti ada perpisahan....
Jangan menyalahkan waktu ataupun malam, ini adalah  timbal balik karena adanya pertemuan
Dan saya memilih untuk Menang...
Saya sudah terlanjur berani bermimpi kawanku...
Tarikan tangannya begitu kuat untuk memaksaku mengejar angan-anganku...
Jalan hidup manusia berbeda, jalur yang dilaluipun banyak obsi-obsinya...
Dan saya telah membayar jalan ini, didepan sudah ada penjaga pintu yang telah setia sedari tadi menunggu untuk membukakan pintu gerbang mimpiku menuju ke Negeri Seberang..
Ya...selamat tinggal malamku,,kenanganku, jejak langkahkuku, batinku, tulisanku, pengorbananku, titipanku, senduku, senjaku, kemerdekaanku, penghambaanku, lamunanku, tidurku, kebahagianku, cahayaku, serta layang-layang biruku...
Ya saya pergi bukan  untuk kembali bukan juga untuk menghambakan materi, namun untuk mencari cahaya yang telah Tuhan lemparkan ditempat mereka...
Sempat kami memanjakan tubuh itu dengan jajanan malam....
Tibalah waktu dimana saya harus menginjakan kaki untuk bersiap terbang..
Sahabat2ku kurangkul satu persatu..
Inilah kondisi yang saya tidak pernah harap datang untuk menghampiriku...
Kulihat mata mereka kehilangan cahayanya...
Saya pun seperti itu..tapi didepan sana sudah sedari tadi memanggil untuk pergi..
Ku lepaskan rangkulan eratku. Kutitipkan satu pesan sederhana yang menjadi peganganku selama ini...
Ya kita berhak untuk memilih ingin seperti apa kita membentuk diri...
Itulah kebijaksanaan Tuhan dan Dia hanya menginginkan untuk kita menyisihkan waktu memadu kasih dengannya cukup 5 menit ditiap siangnya, senjanya, malamnya, dan dinginnya....
'Angin Jagalah Mereka dan Sebuah Nama yang terlanjur kutitipkan dibilik  sebelah kanan Hati...
Kotak Hati. Makasasar,,,Terbang bersama angin... Bandara hasanuddin, Nampak Bulan masih murung tak ingin digantikan posisnya oleh angin yang telah siap menarik mentari...
Pukul 11.25 6 juni 2012-06-08 

Senin, 04 Juni 2012

Secarik Kertas Sederhana buat Putri kupu-kupu....


.........
Assalamuaikum wr,wb...

Buaian jemari mewakili hati yang terjadi hari ini....
Setitik embun bermain disudut jendela kaca. Lamunan dedauan cukup terganggu olehnya, mereka datang tanpa permisi menyambut hari....
Hijau nampak menjadi suguhan yang tidak biasanya pagi ini...
Yang terlanjur bahagia karena mendapatkan kasih sayang sang mentari...

Sambil berdiri Kuperhatiakan kembaranku dihadapan cermin....
Nampak ada yang berbeda dipipi sebelah kananyanya...
Tepatnya sebelah kanan kumis tipis itu...
Datang sahabat yang tak diminta....
Kalau tidak salah Jerawat namanya...

Banyak pemaknaan berbeda mengenai kedatangan Spesies yang satu ini
Tapi saya lebih tertarik kali ini dengan pembahasan jerawat yang mewakili rindu...
Jika dari sudut ilmiahnya kalau tidak salah adalah meningkatnya tingkat emosi sehingga mampu menimbulkan bintang-bintang bertaburan disekitar orbit-orbit wajah...
Ya..entah apa yang terjadi dengan diri...
Sejak datang hari mulai memberikan ruangnya untuk dipertemukan kembali dengan kupu-kupu itu...
Setelah lama kuperhatikan ternyata dia adalah putri yang berwujud kupu-kupu...

Waktu kali itu menjadi sahabat baikku dia seakan menjadikan satu detik jauh lebih lama terasa
Terlebih kupu-kupu ini mulai merasa nyaman karena telah kuciptakan senyuman untuk menemani suasana biru itu...
Namun angin tak bisa berbuat banyak karena  Sang Surya sudah memintanya untuk mengantarkan kembali keperaduannya..

Ya...tapi kutangkap artikulasi berbeda dari bahasa tubuh sang Putri
Waktu kembali menginzinkanku tuk berkhayal sejenak,,,,
Didalam khayalanku Sang Putri ingin mengatakan bantu aku menggerakan sayap-sayap ku yang terlanjur kaku karena terlalu lama bersama dengan mu...

Senyuman dari bibirku mengalir tanpa ada objek yang kukenali disekeklilingku kecuali Dia
Didialam ruang khayalku disetiap sudut selalu ada sosoknya, terbang, istirahat, memasak, hingga tertelalap memenuhi setiap sudut dengan tingkah yang membuat rindu selalu tersipu malu...
Ya..Ya...saya bahagia telah mengajaknya Berkunjung Ke Negeri Khayalku....

Kutumpahkan pena diatas kertas ini untuk mengantarnya kembali...
Dan akan dia baca setibanya dirumah dengan suasana masih ada senyuman yang kutitipkan untuknya...
Kertas sederhana ini ku buat spesial untuk dia yang datang dipenghujung hari setelah lama dipisahkan oleh sentuhan waktu

Ruang Hati : Ditulis 09.39 di penghujung Bulan Mei yang siap menyambut datangnya juni....Makassar

Minggu, 03 Juni 2012

Tentang Hati yang dititipkan Nama...


Ku ingin berbagi cerita dan cinta malam ini
Namun  ada baiknya jika keberkahan ini disapa dengan salam
Assalamuaikum,,wr,wb...agar kita sama-sama mendapatkan berkahnya....
Malam ini bulan memperhatikanku dengan sinar bundar utuhnya tanpa ada kedipan sedikitpun...
Dia menjadi saksi kalau Tuhan sedang mambagikan senyuman indahnya buatku....
Tentang hati yang sedari tadi terus memperlihatkan rona merahnya
Dawai nada indah terus menari diruang dengarku untuk terus menemani sensasi yang berbeda didalam hati...
Entah apa gerangan yang terjadi,...
Ku memperhatikan sedari tadi ada yang berbeda dengan tingkah Hati malam ini...
Setelah  ia mengetahui kalau ada nama yang ku titipkan disalah satu bilik sebelah kanannya
Ya....Dia bahagia karena hadirnya nama itu...
Dari gerak gerik olah tubuhnya menginginkan agar nama itu tak akan kuambil kembali...
Namun jasad belum mau mangangkat jari...
Karena dia tahu kumbang jauh lebih tampan darinya...
Jasad sedari tadi terdiam kaku...Kenapa nama itu terlanjur ia titipkan dibilik kanan hati??
Hal ini hanya butuh sedikit dimengerti karena kejadian tadi selayaknya hanya terjadi di dimensi  mimpi semuku...
Namun Tuhan menangkap mimpi itu dan Dia pun berbaik hati hari ini
Kotak Hati yang sulit dimengerti 23:53 3/6/2012

Sabtu, 02 Juni 2012

AKU ADALAH SUPERMAN....


...........
Hari ini kicauan camar tak semerdu sembilu
Namun awan memberikan pengharapan dengan canda biru kilaunya

Seorang pemuda dengan paras Pas-Pasan dan segudang khyalannya yang mengantarkanya ingin menjadi  seperti mereka yang sudah menempatkan namanya dipodium-podium teratas dengan karya glamornya...
Aku terlanjur cinta khayalanku...

Negeri ini pengecut bukan penakut
Ketakutakanku ini yang mengajararkan ku bahwa disana ada negeri yang indah..Angin memberitahuku, untuk menggapainya, ajak takutmu dengan keinginan yang mengalahkan keberanianmu....

Aku, dia, mereka dan kalian adalah sama..
Kita adalah tanah yang kotor yang dibalut dengan sampul yang berbeda-beda
Tapi sayang sampul itu yang membuat kita terpisah..

Saya mencintai yang ada disekelilngku selayaknya mencintai yang menciptakannya
Namun tubuh ini terlanjur kaku...karena ini semua semu..
Kesatuan itu mulai runtuh karena pondasi yang rapuh...

Aku memilih bersahabat dengan kesendirianku..
Karena besok aku akan datang dengan baju kesatriaku...
Bukan untuk ria atau bukan untuk menaklukkan ketakutanku...

Ku hanya ingin mnguatkan yang terlanjur lemah....
Ku hanya ingin mengingatkan mereka yang bangga dengan keindahan sampulnya..
Ku hanya ingin Menyatukan Mereka Yang terlanjur menjadi kelabu..
Lalu ku ajak untuk berkunjung kenegeri khayalku....

Tulisan ini untuk mereka yang mengidolakan SUPERMAN...
Makassar,,Jemari masih basah karena air wudhu....13.00 03/06/12

Negeri Atap Surga


Buaian lembut tangan nona...
Menanti ufuk fajar yang kian lama terasa..
Penantian anak kecil yang berharap ada pena ditangan kanannya
Hari ini negriku pilu....
Syair sendupun tak terwakilkan olehnya
Bapak-bapak dengan kantong tebalnya
Hanya memainkan mata melihat sekelilingnya
Saya memilih untuk berdiri menikmati kesunyian ini
Untuk mengeluarkan air mata yang telah membatu....
Buaian tangan surga kian jauh menjemput relung ini,,,,
Pergilah kau dari sini para penjilat negri....
Spesial untuk mereka yang mengaku berdasi tapi tidak berkontribusi...
Kotak Jenuh,03 juni 2013 sehari setelah hilangnya kesaktian Pancasilaku