Kamis, 12 September 2013

Gifted Hands

You have Everithing in your insideSemua berawal dari imajinasi.

Coba kita bayangkan, dahulu orang hanya menghayal bisa berpindah tempat dengan jarak yang bermil-mil hanya dengan hitungan jam. Akan tetapi imajinasi itu terkuak oleh waktu, ternyata manusia mampu melawan keterbatan dan mengaktualisasikan apa yang menjadi keinginannya, saat ini alternatif transportasi yang semakin canggi, kataknlah pesawat salah satu diantaranya.

Kadang saya menghayal, suatu saat manusia memilki pintu kemana saja dan mampu menghilang dan kembali muncul ditempat yang mereka idamkan. Bahkan mampu membuat replikasi bumi yang memilki kehidupan layaknya bumi saat ini.Bukankah aristoles pernah mengatakan, jika saja ada tempat tumpuan diluar angkasa maka ia akan mampu untuk memindahkan bumi, hingga akhirnya ia menemukan gaya momentum yang kita kenal sebagai hidrolik.

Kemudian ada seorang Thomas alfa E yang hanya menghabiskan waktunya merenung memikirkan tentang seberkas cahaya dalam imajinasinya yang ia coba aktualisasikan dengan riset yang hampir keseluruhannya gagal namun akhirnya menemukan suatu botlam lampu yang mempu memberikan cahanya dikegelapan.

ingin membuat suatu yang berbeda, cobalah untuk melangkah keluar dari garis yang terlanjut mebuat petakan dalam berfikir, hal ini sebenarnya yang  membuat kita lumpuh saat diminta menganalisa sesuatu permasalahan. Domain ini yang membuat kita terkukung hingga kita hanya berorientasi pada perbudakan pemikiran yang subjektif dan monoton.

Sebagai mahluk yang mengkaim dirinya berTuhan, betapa meruginya kita, saat akses serta fasilitas yang telah diberikan secara cuma-cuma ini tak termanfaatkan hanya karena kita terlanjur merasa nyaman dengan kondisi saat ini. Padahal jika kita coba untuk berfikir sedikit lebih banyak dari yang biasanya, kita akan menemukan banyak pertanyaan tentang rumitnya Dunia dan Segala misteri-misteri tentang kehidupan dijagad raya ini.

Kadang orang yang nampak bodoh menyimpan sense yang jauh lebih baik dibanding mereka yang mencoba menjadikan kepintaran sebagai sebuah fashion agar nampak jauh lebih berwibawa.Saya jauh lebih memberikan apresiasi kepada mereka yang dikatan damned atau stupidboy 

Selasa, 10 September 2013

HAFIDS muda Terbaik asal indonesia : Syaikh Taufiq abu bakri (menghayal)

''Sebelumnya saya ucapkan terimakasih atas penghargaan serta kesempatan yang diberikan kepada saya, penghormatan yang sebesar-besarnya saya haturkan kepada bapak presiden RI dan jajarannya, beserta para alim ulama dan seluruh rakyat indonesia yang telah mendukung serta memberikan doanya hingg......kring..kring..kring
Suara telfon menghentikan lamunanku...dasar mengganggu inspirasiku aja, gumanku dalam hati..
________________________!!!!!!

Jika diizinkan terlahir kembali, menjadi Hafids adalah harapanku. Doa yang selalu kupanjatkan saat merenung, Tak tahu  mengapa Hafids menjadi dambaan ku belakangan ini.
Kadang kalau lagi melamun, membayangkan diriku menjadi seorang imam mesjid, dengan bacaan surah al baqarah, al imran, al kahf dengan suara yang mendayu-dayu, diikuti isak tangis jemaah. Subhanallah,, tapi itu hanya di ranah khayalan..hehhehe

Ada rasa penyesalan juga, kenapa ga dari dulu saya dimasukan dipesantren hafids saja. Entah apa yang membuat rasa ini kian kuat untuk menjadi seorang hafids, 
Di tempat saya sekarang, baru saya sadar betapa hebatnya seorang hafids, selain menjadi bekal untuk dirinya baik didunia maupun diakhirat, hal ini juga berdampak orang tuanya, yang mendapat kecipratan pahala.

Saya memposisikan hafids sebagai suatu profesi yang memberikan jasa bukan hanya kepada Tuhannya akan tetapi juga kepada sesamanya (Baca:Dakwah). Saat ini sudah banyak terdengar dimedia tentang para hafids muda terutama di indonesia. Betapa hebatnya jika kelak pemimpin-pemimpin negeri ini dari kaum hafids yang hafal dan paham makna serta tuntunan al-quran.

Ada rasa iri juga sebenarnya, dengan umur yang sudah bisa dikategorikan tak muda lagi, hanya mampu menghafal beberapa ayat-ayat pendek saja. Itu pun Juz 30 tak sampai selesai, ironis memang :(.
Tapi saya tak ingin menyalahkan siapa-siapa, apalagi kedua orang tuaqu yang terlanjur menyekolahkanku di sekolah swasta yang berbackrond agama lain (Katolik).

Pasti ada pelajaran dibalik itu semua. Saya bersyukur telah banyak terlahir hafids-hafids muda. Ini menandakan kesadaran akan pentingnya pendidikan agama dikalangan masyarakat muslim dinegeri ini semakin meningkat.

Tak apalah jika belum mampu menghafal satu al-quran, minimal kita berupaya untuk menghapal beberapa lembar didalal alquaran dan mampu memahami makna serta mengaplikasikannya, saya rasa itu jauh lebih baik dari pada tidak sama sekali.

Minimal ini menjadi semangat untuk kita yang belum memilki banyak hafalan untuk memulai kembali mengahafal alquan dan kita sudah paham asas manfaatnya, agar kelak ketika kita ditakdirkan memiliki keturunan kita sudah sadar, betapa bermanfaatnya menjadikan keturunan kita sebagai seorang hafids diusia dini.
walahualam..

Senin, 09 September 2013

Paaindinge Yoourr Bakat dan Potensi (NB: Mohon maaf dikamusku ga tahu apa bahasa jowonya :)


Cerita ini berawal dari on-line..
Kebetulan tadi lagi online, dapat artikel menarik tentang menemukan bakat dan potensi diri
Kemudian saya merenung? Apa ya bakat dan potensiku selama ini.
Umur sudah hampir seperempat abad tapi masih menanyakan ini. Hehehe

Iya sih,,jujur saya blum menemukan apa sebenarnya bakat terpendam yang saya milki, jurusan yang saya tekuni saat ini pun sebenarnya saya jalani tidak dengan hati yang foll-foll amat, sekalaipun demikian, alhamdullilah saya bersyukur, Allah membukanan jalan untuk lanjut kejenjang past graduade nya.

 Tapi yang saya heran kemana gerangan tersembunyi bakat dan potensi yang saya miliki. Tolong pulanglah segera,  jangan jadi penerusnya bang toyib..
Ada pernah wejangan yang sampai hari ini terus saya ingat, redaksinya kurang lebih seperti ini :
'Anda tidak akan bisa menjadi ahli dii suatu bidang, jika anda tidak benar-benar menyukai bidang tersebut,..
Nah secara tidak langsung yang merupakan indikator keahlian adalah ketertarikan

Sampai hari ini saya masih bingung saya tertarik dengan apa? Dalam hidupku yang saya ingat saya hanya tertarik dengan wanita, tapi itu diluar konteks permaslahan hehehe

Dulu waktu sma saya punya impian kuliah di fakultas hukum, landasannya karena kecewa terhadap supremasi hukum yang terjadi dinegeri ini, waktu sd saya mau jadi astronot, tapi sayangnya karena waktu keci saya nakal, terus kaki ku patah nyangkut dipagar rumah tetangga, alhasil orangtua mengeluarkan fatwa untuk tidak manjalankan kegiatan yang ada hubungannya dengan ketinggian. Lunturlah cita-citaku..

Anehnya saya bisa sampai difarmasi, entah apa gerangan yang membuat saya tercebur dijurusan ini, sebelumnya saya dikesehatan masyaratak, tapi karena sesuatu dan lain hal, akhirnya saya memutuskan untuk transfer ke farmasi, karena memang  waktu itu banyak fans yang menginginkan saya untuk hengkang dari sana hehehhe...

Sebenarnya salah satu mata kuliah yang saya senangi adalah kimia, entah karena gurunya yang waktu itu memang nyaman menyampaikannya pada saat saya masih di sma, ataukah memang saya yang jenius seperti john dalton, situkang parkir penemu atom hehehe..
Karena memang yang saya dengar farmasi banyak bercerita tentang kimia, dengan kepercayaan diri tinggi saya pun hengkang kefarmasi, dengan nilai transfer yang dirahasiakan oleh manajerqu.. 

Setelah berkutat dengan teori-teori dan lab farmasi selama kurang lebih empat tahun akhirya saya lulus juga alhamdulillah, tapi anenhnya saya keterima lagi untuk melanjutkan kuliah s2 dibidang yang sama, saya pun tambah bingung, dengan modal pengetahuan s1 yang pas-pasan ya saya mulai dengan bismillah dan sekardus indomie yang orangtuaqu siapkan untukku.

Dari cerita diatas yang ingin sampaikan sebenarnya satu hal bahwa, memang enak saat kita sudah berada dalam posisi menemukan potensi diri kita, jadi tinggal diasah saja, yang nyesek itu, ketika kalian menghadapi posisi yang kualami, ga tau bakatnya apa tapi jalan terus, solanya ga ada rambu-rambu untuk parkir.

Jadi jika anda belum menmukan bakat anda, cobalah belajar untuk mensyukuri apa yang ada ditangan anda saat ini, dan coba untuk mencari dimana celah untuk kita bisa menyisispkan rasa cinta kita terhadap sesuatu yang terlanjur kita geluti, karena kita belum tahu apa sebenarnya maksud Tuhan mempertemukan kita dengan apa yang sebenarnya tidak terlalu kita minati, mungkin saja dibalik perjalanan yang terlanjur kita pilih ada sebuah 'mirakc'cle'nya Tuhan yang membuat kita justru bisa menemukan bakat dan potensi kita yang sebenarnya...

Jalani,Syukuri, Be Strong, Insyallah bisa, pantang menyerah, sekalipun Tuhan bilang’ sudah waktunya pulang’,...

Sabtu, 07 September 2013

Kumis Tiris (tipis-tipis gerimis)

September mengenalkan kumis barunya dihadapan cermin. Kumisku yang dahulu tiris (tipis-tipis gerimis :)) mulai tebal, yang sudah terjaga sejak sebulan yang lalu.
Entah apa sebab yang membuat saya merasa nyaman dengan rambut-rambut tipis nan lebat diantara bibir dan hidung ini. Ada keunikan tersendiri saat menyisir dan merapikannya. Bahkan terkesan jauh lebih dewasa dan menjadi pria banget..

Bangga aja melihat kumis itu tumbuh diiukti dengan jenggot yang juga kian lebat' ujar bisikan halus disebelah kiriku..
'Jujur nih ya..waktu  bercermin seolah-olah saya sedang melihat brad pitt versi mudanya sedang tersenyum kool dihadapanqu atau kalau diliat dari jarak dua meter satu ons lebih mirip Hugh jackman yang membintangi sinetron tersanjung enam dengan lawan mpo nori.

Tapi bedanya kalau diperhatikan dengan  metode  alanisis yang mendalam, baik dengan spektro ir,uv,gcms maupun HPLC, agak sedikti miris hasilnya, ternyata jauh lebih mirip teroris,
Terlepas dari semua itu, ini pasti ada kaitannya dengan hormon testosteron pada pria yang salah satunya memberikan perubahan fisik pada pria sehingga berdampak pada kepercayaan diri yang meningkat..
Puji ale kata orang barat..

Sabtu, 27 Juli 2013

Negeriku Seng Gundoh..!!!

Saya awali tulisan ini dengan mengambil kutipan dari persiden pertama republik ini, Bpk Ir soekarno, berikan aku seratus orang tua maka akan kupindahkan semeru, berikan aku tujuh orang pemuda maka akan ku ubah dunia.

Pertanyaanya kemudian ?? apa hubungannya dengan judul dari tulisan ini? 
Saya tak yakin seandainnya kalimat ini masih bisa diadopsi untuk para pemuda bangsa saat ini,  bung karno menuliskan frasa ini disaat kondisi pemuda saat itu memiliki semangat serta karakter juang yang kuat yang disatukan oleh penderitaan akibat penjajahan. 

Jauh berbeda dengan kondisi saat ini, dimana kita disatukan dalam konflik-konflik perpecahan. Kita disatukan dalam penjajahan yang jauh lebih menyakitkan dibandingkan penjajahan yang terdahulu, yakni penjajahan moral. 

Kita bisa lihat kondisi bangsa saat ini.
Kita awali dari anak-anak. Kebanyakan dari mereka  saat ini, sedari kecil sudah dikonsumsikan dengan berbagai macam fasilitas  canggih yang jauh lebih memudahkan dalam peroses belajar dan juga bermain, jauh berbeda dibanding mereka yang hidup  di jaman dulu. Harapannya dengan kemudahan ini dapat memicu pola pikir dan pengembangan karakter mereka, akan tetapi yang amat disayangkan, realitas  yang ada justru penyakit negeri ini kian komplikated, ditengah kemerosotan moral. Hal ini ikut diperparah dengan semakin sempitnya waktu pelajaran  pendidikan keagaman dan pendidikan dibangku sekolah.

Baru-baru kemeren kita dikejutkan diawal ramadhan,sekelompok siswa sma di gerebek sedang sahur dengan minum-minuman keras, dan parahnya siswi perempuan pun ada didalamnya. Beberapa hari berikutnya, lagi-lagi dengan pemberitaan yang sangat memilukan, pembunuhan sisiwi smp yang dibakar hidup-hidup yang sebelumnya diperkosa terlebih dahulu oleh teman satu sekolahnya sendiri. Tak hanya itu pemberitaan mengenai anak sd yang membunuh temannya yang dikarenakan hutang seribu yang belum dibayar hingga sang pelaku anak sd ini nekat membunuh temannya turut menghiasi pemberitaan media yang menambah kian suramnya masa depan negeri ini. 

Mengambil kutipan Emha Ainun Najib dalam bukunya 'markesot bertutur', dunia ini masih dipimpin oleh orang yang lebih memilih kenyang meskipun dijadikan budak daripada lapar tapi tetap mempertahankan harga dirinya. Kedepannya negeri ini akan dipimpin oleh-manusia-manusia kecil saat ini, manusia-manusia yang terlanjur sujud diatas sajadah nafsu materialistisnya. Jika kita berbicara tentang remaja saat ini. Realitanya, mall dipenuhi dengan muda-mudi yang sibuk mengurusi penampilannya, menghabiskan waktu dedepan pees, pc game online, jejaring sosial. Belum lagi sebagian mereka yang mengahabiskan waktunya didepan televisi menunggu bintang pujaannya tampil sambil berlomba mengirim suport agar pujaannya tak tereliminasi.

Kondisi kampus, saat ini fasilitas kampus kian lengkap dan dibuat secomfort mungkin, mahasiswa dibuat betah berada dikandangnya, hingga melupakan keadaan diluar teritorialnya, yang justru jika kita ingin melihat kondisi sebenanrnya, kondisi diluar sanalah yang akan mereka hadapi kedepannya dan akan menjadi kampus sebenarnya. Selogan the human of surface yang sangat familiar dibumikan saat masa orientasi kampus kini kian apek baunya karena terpaan angin sepoi-sepoi yang menghanyutkan. Potret kegiatan kamahasiswaan yang sangat sedikit menyentuh nilai humanis, minimnya karakakter pemuda yang peduli akan sesama dan bangsanya, saat ini universitas berhasil membuat manusia-manusia pencetak tenaga kerja yang siap dengan surat lamarannya, kemudian karya-karya ilmiah yang hanya jadi tumpukan sampah, ijasah yang dimanfaatkan hanya untuk kenaikan pangkat. Tak ada asas pemanfaatan ilmu. Semestinya yang patut dipertanyakan,  betapa banyak akademisi dan tokoh-tokoh pemikir dinegeri ini, namun kontribusi keilmuannya masih belum dirasakan hasilnya, negeri ini masih menjadi sasaran  empuk negara-negara maju untuk melempar hasil produksinya, hingga mental kita menjadi mental konsumen dan kita kian dimanja dengan berbagai macam produk-produk luar negeri, hingga kita sudah  melupakan bagaimana menjadi negera mandiri yang bisa hidup dengan buah tangan sendiri. Miris rasanya mendengar negeri agraris harus mengimport beras karena pasokan beras dinegerinya kurang. Seakan kekayaan serta kelimpahan sumber daya di negeri ini justru menjadi kan bumerang buat kita.

Belum lagi pemerintah yang turut menambah daftar panjang semakin buramnya negeri ini, kasus koruptor, perebutan kekuasaan, pencitraan, kepentingan golongan, hingga mereka yang mengaku terzolimi untuk meraup suara dan simpati rakyat pun turut menambah betapa hebatnya negeri sandiwara ini. Entah sampai berapa epiode berakhirnya sinetron ini.

Negeri yang notabene, Tuhan telah bekali dengan berbagai macam kekayaan alam, serta beragam suku budaya dengan keunikannya masing-masing, namun justru membuat kita saling menghunus  pedang terhadap sesama hanya karena jenggot yang tak panjang, logat tak sama, marga yang berbeda, kecemburuan sosial akibat status pendatang dan warga asli. Penghujat satu sama lain, menusuk sesamanya dari belakang , saling berlomba mengumpulkan pundi-pundi hartanya tanpa memikirkan tetangganya yang sedari kemarin hanya manguyah daun singkong dan garam.

Sebagaimana Tuhan yang hanya memberikan kita bahan mentah, yang harapannya  kita dapat mengolahnya sebagai suatu produk berdaya guna untuk melanjutkan kehidupan dalam suatu kelayakan. Dalam tulisan ini saya tak akan memberikan gambaran solusi dan hanya melemparkan bola api yang saya harap kita tau cara untuk meresponnya. Mari kita belajar bagaimana menanganinya secara arif dan bijaksana, bersama dengan modal ukhuwah dan tali persaudaran, yang telah dirangkum dalam kebinekaan tunggal ika yang telah jauh-jauh hari dipersiapkan oleh founding father negeri ini. Saya harap kita bisa merenung sejenak dan mepertanyakan kedalam diri kita masing-masing, akan kerah mana negeri ini kita bawa.

Sabtu, 08 Juni 2013

Pemilik Juni

Ibarat perjalanan, ini adalah titik paruh setengah perjalanan.Perasaan baru kemaren mereka melemparkan petasan dan kembang api yang menjulang kelangit-langit malam menyambut pergantian tahun. Akhirnya haripun mempertemukan kita dipintu Juni.
Yang beruntung adalah mereka yang sudah  melingkari tanggalan dibulan ini.

Semalam Indonesia melawan Belanda, Gelora bung karno menjadi saksi negara bekas jajahannya tersebut masih berada dibawah mereka. Belanda bukanlah negeri yang besar dari segi teritorial, dan sayapun tak mengetahui banyak sejarah negara yang satu ini, selain keserakahannya berwujudkan  menir selama beratus tahun mengerus kehormatan indonesia dan hanya meninggalkan sisa-sisa duka  untuk indonesia.

Saya tak tertarik mebahas tentang pertandingan yang mempertemukan antara  bekas negara yang menjajah dan dijajah tersebut . Dua hari yang lalu sempat nonton film Sang Kiai di XXI ambarukmo, saya merekomendasikan bukan hanya kaum nahdiyin namun seluruh umat muslim yang ada di indonesia untuk menonton fim ini. Saya bukan pengikut NU sekalipun orang tuaku adalah nahdiyin, akan tetapi dari film ini, kita akan menemukan sebuah pencerahan tentang bagaimana sebenarnya kemurnian  Nahdatul Ulama yang didirkan oleh KH. Hasyim Ashari ditengah guncangan politik serta penjajahan belandan saat itu.

Film ini hebat, berlatar tahun 1940-1947, peran KH. Hasyim Ashari yang merupakan pendiri NU, memperlihatkan Dien (Agama), bukanlah suatu yang hanya membahas masalah lima rikun islam, namun beliau mampu memperjelas tentang konsep rahmatan lilalamin yang mudah dipahami. Nasionalisme dan Islam bukanlah suatu kotak yang berada dalam wilayah yang berbeda namun didalam Agama telah mencakup nasionalisme itu sendiri.

Ujian akhir semester sedang berjalan, memang tak banyak cerita bulan ini, untuk menulispun jemari terkesan mulai kaku kehilangan kelenturannya. Yang ada dipikiranku saat ini hanya berfikir pragmatis, menghabiskan semua bacaan, buku-buku farmasi, Sains,biografi, Sejarah,Sastra, Mushab.

Semalam saya noton film Life of pi ,  ngopi filenya dari warnet dekat kos, bercerita tentang seorang anak yang bertahan hidup disamudra pasifik, setelah kapal yang ditupanginya  karam dalam perjalanan dari india menuju amerika serikat. 
Banyak Petikan yang hebat dari film ini: 
'Meyakini segalanya sama saja kita tak meyakini apapun',  
'Jika ingin meyakini sesuatu mulailah dari alasan tentang keyakinan tersebut. 
'Ilmu datang untuk memahami berbagai macam alasan apa yang ada dijagat raya ini beserta proses penciptaannya, akan tetapi ada sesuatu yang tidak mampu dipahami oleh ilmu namun hanya bisa dipahami oleh hati.
'Ilmu adalah  penyangga untuk merasionalisasikan perdebatan tentang Agama yang terkesan mistis.

Selamat Datang Syaban.. Ya Ramadhan..

Sabtu, 18 Mei 2013

'Kembalinya Tata' Sosok Panutan

Aslamualaikum,,'Akh antum sudah tau kalau tata tadi siang meninggal' !!??
Kira-kira seperti itulah percakapan ditelfon saat seoarang teman  memberi kabar memilkukan ini.

Innallilahi wainnalillahi rojiun' Segala yang bernyawa pasti akan kembali kepada Rabb-Nya
Informasi yang mengejutkan ini datang dari negeri seberang. Seorang panutan, salah satu orang yang ideal  dijadikan sosok inspirasi dan pembelajaran dalam hidup. Telah berpulang, dipanggil kembali oleh Kekasihnya, dalam tenang dan tak menyisahkan tangis dari keluarganya namun justru siratan keihlasan.

Tata'. Begitulah kami memangginya. Itulah panggilan familiar yang biasa kugunakan untuk berinteraksi dengan beliau. Beliau adalalah sosok yang memang pas untuk dijadikan panutan dalam hidup'.
Ditengah kesenjaan usianya, senyuman masih saja terus menghiasi wajahnya, sesekali terkekeh memperlihatkan sisa-sisa giginya yang sudah banyak keropos dimakan oleh umur. Dengan khas kopiah hitamnya, baju lengan panjangnya dan gaya jalannya yang sudah mulai bungkuk',. Ditengah kondisi seperti ini beliau masih terus setia berjualan untuk menghidupi keluarganya agar asap dapur tetap mengepul, dengan modal berjualan rokok dan minum-minuman dingin dipelataran Fakultas ku.

'Ga pa-paji sedikit untungnya opick',yang penting halal'
Itu salah satu kalimat yang sampai hari ini masih terus saja saya ingat. 
Karakter Simpel, selalu tak memusingkan seberapapun pembelinya. Saat kumandang azan dimesjid kampus, dengan segera dagangannya ditutup seadanya untuk menyempurnakan ibadah hariannya.

Saya sudah hapal jadwal-jadwal tata membeli barang dagangannya. Dengan menggunkan becak, dengan sedikit tergopoh-gopoh dipagi buta beiau sudah tiba dikampus dengan becak yang dipenuhi barang daganganya. Beliau pernah bercerita' ada seorang koko cina didaerah pasar macini baru yang sudah menjadi langgananya sejak dulu memulai berjualan sampai sekarang. Kadang saat barangnya habis, beliau memanggilku untuk pergi berbelanja melengkapi barangnya, biasanya berupa rokok dan minuman-minuman berupa aquatehgelas dan macamnya.'    ahhh..masa-masa Ini yang ku rindukan dari beliau'

Saya jauh lebih senang menghabiskan waktu dikampus, bercerita dengan beliau sambil menunggu jadwal kuliah atau hanya sekedar berkunjung untuk silaturhmi menemaninya menunggu pembeli. Sesekali menggantikan beliau untuk berjualan. 
Ada harga yang berbeda saat saya berinteraksi dengan sosok sederhana yang ini. Bukan hanya ilmu yang banyak kudapatkan dari beliau, tapi tentang strategi mengamalkan hidup, dan pengalaman Hidup. 

Tak jarang beliau membagikan minuman atau permen kepada satpam ataupun pemulung yang biasa mampir ditepatnya untuk mengumpulkan sisa-sisa gelas minuman. Pernah dipenghujung akhir masa kuliahku saya diundang kerumahnya diacara pernikahan cucunya. Disana saya diperkenalkan dengan keluarga kecilnya, dan rumah sederhananya yang merupakan hasil dari berjualan dikampus semenjak duapuluh tahun yang lalu.

Beliau senang bercerita, mengajarkanku bahasa makassar, tulisan lontara, menceritkan rutinitas hariannyabangun sholat tahajud, setelah subuh keliling berjalan, lalu menuju kampus berjulan hingga sore, bercerita tentang masa mudanya yang keras menjadi seorang buruh bangunan, saat masih ditakalar, dan cerita-cerita perjuangan hidupnya untuk menghidupi keluarganya hingga dipenghujung usia, masih tetap semangat. 

Hanya tilawah dan bait-bait doa yang bisa saya kirimkan, ada sedikit penyesalan tak bisa hadir dipemakamannya, tadi saat diltelfon mace (anak tata), saat beliau terbaring dirumah sakit beberapa minggu yang lalu, pernah menanyakan tentang diriku. 
Rasa bersalah pun muncul karena belakangan sudah tak pernah lagi menghubungi beliau, saya tak tahu mau berdalih dengan alasan apa untuk menjawab tak sempat menghubungi beliau.

Tapi sekarang beliau sudah tenang ditempat peristirahatannya. Cerita dari mace, di penghujung umurnya saat beliau  akan menghembuskan nafas terakhir, sosoknya begitu tenang tanpa ada kesan sakit sedikitpun, matanya teduh terpejam tanpa perlu dibantu untuk ditutup...
selamat jalan tata, Insyallah semoga Allah mengizinkan kelak kita berkumpul dijannah firdaus-NYA...
Amin....
22:24 18 Mei 2013


Jumat, 17 Mei 2013

Asas Manfaat struktur laba-laba..!!!


Malam ini hujan. Tak biasanya jogja seperti ini sejak ditinggal musim penghujan dipenghujung april. Pagi tadi cerah tapi senja memang tak bisa berdusta. Membawakan hadiah awal gelap untuk malam.

Karpet didalam kamar kos menjadi saksi, tumpukan buku dan tugas yang masih tercercer rapi. Sediktit penerangan dari lampu neon philip ukuran 15 what jadi teman setia menikmati kitab-kitab peradaban yang akan menjadi tumpuan masa depan.

Gemercik air diluar, menjadi relaksan yang mengasyikan sebagai pelipur lara mata yang kian meregang otot-ototnya. 

'Halaman buku yang menjadi saksi tulisan ini menerangkan tentang ‘Struktur senyawa tubuh dengan model rantai labalaba yang membentuk proses biosintesis kompleks'  dan Bebearapa fotokopian Jurnal reverensi  yang masih saya coba pahami apa substansinya, sambil sesekali menggaruk kepala yang sebenarnya tak gatal namun sudah menjadi kebiasaanku.

Terkadang timbul pertanyaan’ Kira-kira nanti dimasyarakat, apa yang bisa termanfaatkan dari beragam model pembelajan yang mengerucut seperti ini’

Dalam diri terkadang mengeluarkan  kalimat-kalimat ancaman???
Mereka tak akan pernah bertanya pendidikan terakhir anda atau berbasa-basi tentang orientasi pekerjaan dan masa depan anda. Yang mereka butuh hanya asas manfaat yang bisa teraplikasikan untuk kemaslahatan hidup orang banyak# GAGAL PAHAM...

Kamis, 16 Mei 2013

Kata Tanya..???

Untuk apa Hidup..!!!

Jika masih saja berjubahkan kemaksiatan....
Saat harta masih menjadi linangan air mata...

Untuk apa Hidup..!!!
Jika kelebihan dijadikan tameng kesombongan
Jika kekurangan terus saja menjadi bahan gunjingan

Untuk apa Hidup..!!!
Jika terus saja membandingkan antara aku dan si'Fulan

Untuk apa Hidup..!!!...
Untuk apa Hidup..!!!

Ketika ilmu tak bisa dijadikan panutan...
Ketika ijasah masih menjadi tumpuan...

UNTUK APA HIDUP...

Jika keraguan masih saja menjadi pelipur lara
Jika kata tanya lebih banyak dari pada membasuh muka(Wudhu')
Jika Keyakinan masih saja beralasankan keikhlasan

Teruslah bertanya tentang ke'Esaan..!!!
Untuk bertemu esok saja, tak ada yang bisa  memastikan??
Oksigen saja  didapatkan gratisan...

Tanya umurmu,Tanya dirimu,
Menunduklah wahai zat yang  kotor...

Bada shubuh, menyambut datangnya ramadhan...


Belajar 'Habit-nya Ustad Felix...


Tulisan ini saya buat setelah memnonton video tauzih ustad Felix Siau. Saya ga akan ngebahas Biografi beliau tapi saya akan menyampaikan ilmu-ilmu  penting yang saya dapatkan dari beliau.

Pertama 
Jika ingin menjadi ahli disuatu bidang kita harus memilki Habit.
Habit adalah kebiasaan yang terus menerus kita lakukan.
Habit bisa terjadi karena adanya latihan dan diulang terus menerus. Jadi jika ingin menjadi ahli disuatu bidang lakukanlah latihan yang sesuai dengan bidang yang kita inginkan selanjutnya dilakukan secara istiqomah' terus menerus. Ga ada yang instan. dan ga usah terlalu banyak mikir. sebagai contoh jika kita ingin menjadikan kebiasaan sholat tahajud. Pikir tentang takutnya nanti ga ikhlas karena terpaksa bangun tengah malam atau tak memilki waktu, sulit bangun. Tapi cukup luangkan waktu dan paksa bangun, insyallah awal-awalnya kan berat, tapi setelah satu bulan dan ddilakukan secara terus menerus akan mulai menjadi kebiasaan.

Kedua 
Sebuah kutipan dari imam  Syafii tentang cara belajar
'Wahai saudaraku anda tidak akan menguasai suatu ilmu kecuali dengan enam syarat' :
1. Dengan kecerdasan . Masunia semua dibekali IQ
2. Bersemangat. Tidak selesai sebelum mendapat
3. Kesungguhan, berbuat sesui dengan apa yang ingin kita raih, ingin menjadi penulis, menulislah bukan   main game, ingin pintar banyak baca buku, bukan banyak tidur.
4. Memilki bekal (Waktu atau  Investasi)
5. Bersama pembimbing 
6. Waktu yang lama, Tidak ada yang isntan
Istiqomah dalam kesabaran. Bersabarlah untuk belajar hingga khusnul qhotimah
'Its not what they do, But what they did' (Jangan lihat apa yang mereka raih sekarang, tapi lihat apa yang mereka lakukan sebelumnya)..
Allah ga' mungin membebankan sesuatu yang tidak kita bisa, maka allah perintahkan yang pasti mampu kita lakukan.

Semoga bermanfaat...Terutama buat manusia-manusia seperti saya, memiliki kepribadian malas tapi mimpi selangit ...

Rabu, 15 Mei 2013

ke-M-A-L-A-S-an...

Mei takan pernah hilang dari tanggalan masehi. Saya pun ga tahu sejak kapan keberadaannya, karena sejak saya lahir dia sudah ada lebih dulu. Nampaknya dia jauh lebih tau tentang sejarah hidupku dibanding diriku yang mengerti tentang dirinya. membingungkan kan..!!!!!
Yang jelas Saya adalah salah satu orang yang  beruntung masih bisa menemuinya lagi untuk yang keduapuluhtiga kali. Kuharap jangan bosan ya bray..!!

Waktu bak air dalam pipa yang mengalir tanpa keran, sekalipun nafas terhenti, mana mungkin dia akan peduli..!!!. sadis kan bray, Hidup memang lebih kejam dari Sinetron yang ada  ibu tirinya...

Malam ini saya merasa terpaksa menulis diblog ini. Entah kenapa saya mau memaksakan untuk menulis. Ditengah badai kemalasan yang datang.

Kali ini saya tertarik menulis  tentang kebencian yang sudah terlanjur tertanam dan tumbuh subur didalam diriku. Apa itu?  enggg..inggg..ongggg...
Ada dua hal yang paling saya benci dimuka bumi ini. Yang pertama, orang yang mebuang sampah sembarangan. Yang kedua adalah keMALASank.

Kalau untuk yang pertama, itu harga mati, ga tau kenapa bisa muncul kebencian itu, tapi memang saya terlanjur ga suka sama mereka yang membuang sampah sembarangan (Konotasi sampah yang universal.red)

Yang kedua tentang MALAS. Ini yang akan kubahas ditulisan ini. Kali ini saya ingin melakukan pengakuan dosa. Saya adalah tipikal seoarang pemalas. Tapi sayangnnya saya belum paham patofisiologi  malas itu apa?''. Tapi hebatnya  saya sadar kalau kemalasan itu tidak baik untuk kesehatan dan justru terkadang kita betah bertahan hidup dengan kemalasan. Oleh karena itu saya mau berbagi tentang informasi penyakit yang satu ini.

Kenapa timbul malas?
Apakah kita yang mengundang atau memang setiap pribadi manusia sudah Tuhan bekali kemalasan dalam dirinya masing-masing?

Setelah saya coba analisis apa yang terjadi pada diriku sampai hari  ini, muncul hipotesa awal  tentang penyakit yang berkedok sahabat ini. Awalnya saya senang memanjakan diri karena memang sedari kecil saya sudah dimanja sama orang tua. Jadi apa saja keinginan harus dipenuhi. Hingga hal ini yang menulitkanku untuk beradaptasi dengan kemandirian. Baju selalu dicuciin, Nonton semau gue, Lebih banyak mainnya sama teman, Bahkan sering ga pergi ngaji cuman gara-gara jadwal ngaji  bertepatan dengan jadwal main bola dilapangan belakangan rumah. Hebat ga thu..

Nah saya lihat berawal dari sini muncullah bibit-bibit Kemalasan  itu. Saya justru rajin pada hal-hal yang sifatnya akan merugikan masa depanku kelak. dan semua itu telah saya perbuat sejak jaman belum sunat.Parah ga thu..

Makanya sampai sekarang saya belum menemukan formulasi yang tepat untuk membuat suatu obat yang dapat membasmi penyakit ini. Tapi alhamdulilah semenjak saya mulai kuliah dan pisah dari orang tua. Kemalasan ini sedikit demi sedikit mulai turun intensitasnya, karena memang kondisi yang memaksakan. Nah dari sini juga saya bisa sedikit mengambil pelajaran, jika kemalasan itu bisa muncul karena lingkungan.
Kadang lingkungan yang sesuai dosis akan mampu sedikit demi sedikit mengurangi rasa kemalasan itu.

Jadi titik poin untuk miminimalisir kemalasan kemalasan adalah yang pertama Jangan memanjakan hidup dan yang kedua Hiduplah dilingkungan yang sesuai dengan dosis kebutuhan kita masing-masing.

Semoga dengan tulisan ini bisa sangat bermanfaat buat saya pribadi yang sedang belajar membasmi sisa-sisa penyakit malas yang masih ada didalam diri, malas menghapal quran, malas tahajud, malas sholat, malas belajar, malas baca buku,  dan malas memainkan hati wanita ckckkc
Tapi kalau boleh jujur, saya sebenarnya tipikal orang yang rajin. Rajin dalam hal tidur,bertapa (melamun) diatas gunung, dan betah didalam kamar sendirian.

Tulisan ini dibuat ditengah kesibukan memperhatikan setumpuk materi kuliah yang akan diujiankan besok pagi....
Harigato kosaimash...

Sabtu, 06 April 2013

The Miracle Of Mother

April datang mebawa hujan. Kondisi kota ini nampaknya sulit diprediksi oleh BMKG, terkadang matahari membisu dan malu-malu, kadang pula geram hingga  membingkiskan bau keringat. 

Belakangan rutinitas harian bertambah satu, menjadi anggota tetap pengantri Mesin ATM. Hampir tiap pulang kampus rutin menghadap mesin aneh satu ini, sambil berharap cemas ada perubahan angka yang tertera di monitornya. Sudah hampir dua bulan dana beasiswa belum menampakan hidungnya. Mi instan dan telor rebus pun menjadi pelampiasan kekecewaan. Al hasil saya mendapatkan reward dari salah satu perusahaan yang memproduksi mi instan, berat badan turun menjadi limapuluh kilo.

Di awal april pula berita tak mengenakan datang, ibu kembali dalam kondisi ketidak seimbangannganya. Sudah sejak tujuh tahun lalu didiagnosa menderita diaebtes yang juga berdampak pada kondisi fisiknya yang kian menurun. Berbagai upaya sudah dilakukan, mulai dari saran mengkonsumsi obat-obatan sistesis, herbal dan pengobatan traadisional,  serta managemen pola makan yang ketat telah ditimpu.

Hanya saja semua kembali kepada Dia yang maha mengatur kearifan Hidup, manusia hanya sebatas berikhtiar dilanjutkan tawakal. Semoga Penyakit  bisa menjadi penggugur dosa-dosa buat beliau dan menjadi sarana untuk semakin banyak berbagi waktu dengan yang menciptakannya. Sambil berfikir keras apa formulasi apa yang tepat unutk beliau. Ini adalah tanggung jawab sebagai seorang anak. Terlebih saya adalah seorang farmasis, yang menghabiskan waktu, hanya untuk mengeskpolarasi dan melihat aktivitas senyawa-senyawa penggugur kegundahan didalam fisik manusia yang memang abstarck.

Ada rasa bersalah didalam diri. Sejak memilih untuk lanjut kuliah, tak banyak waktu yang terhabiskan bersama malaikat yang Tuhan titipkan buatku ini.Saat saat seperti ini yang membuat rasa rindu itu memuncak, bahkan melebihi seorang perindu dengan sosok romansanya. Sejauh ini belum ada wanita pemupuk rindu yang bisa menandingi Beliau.

Ternyata frequesnsi suara tak mampu untuk menyambung tali-tali kerinduan terhadap orang tua. Tak tahu sudah berapa banyak pulsa terhabiskan hanya untuk mengobati kerinduan atau hanya sekedar bertegur sapa dan menghabiskan malam bersamanya.  Di sinilah letak keistimewaan seorang wanita yang selama sembilan bulan kita menyatu dengannya. Segela macam tingkatan rindu sulit untuk menandinginya. 

I will always style missing & Loving You...insyallah secepatnya kita akan berkumpul lagi...


Rabu, 27 Maret 2013

Sarjana Menjemput Mati...

Tak banyak cerita belakangan ini. Nasib masih sama. Menjadi mahasiswa itu nyesek. Mungkin ini yang dinamakan titik jenuh. Dimana tidak mampu lagi manampung daya osmosis yang tersuplai dari luar.

Sejak September dua ribu tujuh sampai saat ini. Status mahasiswa masih bertengger di pundak. Hari tetap sama, senin kembali lagi kesenin, tanggalan dikalender pun tak banyak berubah, bulan februari tak akan pernah sanggup untuk mencapai hari ke tigapuluh.

Sudah hampir enam tahun melewati masa-masa 'kuli'ah. Ini adalah titik dimana kapabilitas di pertaruhkan. Terkadang gelar akademik membuat kita sedikit mampu menyombongkan diri ditengah masyarakat, namun yang menyakitkan, saat gelar itu menjadi bumerang buat hidup.

Saya masih terus berjalan, terkadang duduk untuk istirahat, menikmati terik yang memuaiakan angan-angan dan mengingatkan realitas. Menikmati malam, yang selalu mengabarkan tentang adanya kematian. Mati itu pasti. Tapi memilih jalan kematian itu yang berbeda.

Saya tak tahu, akan dikenang sebagai apa nantinya ketika saya mati. Yang Nikmat adalah ketika kita lahir disambut tawa, dan mati menyisahkan tangis. Yang membuat Nyesek itu sebaliknya, jika kebanyakan orang justru bersyukur kita telah tiada.

Ya..kita tinggal memilh prototipe apa yang kita inginkan nanti ketika kita mati. Belakangan saya sangat senang dengan gelap. Saat gelap saya serasa dekat. Entah dekat dengan siapa?. Tapi keyakinan ku, mengiyakan tentang adanya Zat yang sangat dekat.

Terkadang gelap mengandung kebisuan. Gelap itu tak punya mata, hingga kita merasakan hanya ada kita sendri yang berpijak. Tenang,Damai, Tentram, semua itu disuguhkan oleh gelap. Saat-saat seperti  itu yang mahal dari sebuah kehidupan , tapi entahlah, apakah kebanyakan dari mereka juga menyukai gelap?

Berbicara tentang masa depan. Semua terasa abu-abu. Menghabiskan hari ini saja, saya bersyukur. Banyak yang saya inginkan dimuka bumi ini. Tapi apakah semua keinginan, itu compatibel dengan desain hidup kita. Kita dikasihkan dimensi berimajinasi, dan instrumen fisik untuk mengaktualisasi, tapi masalah pencapaian, nilai, serta prestisiusnya itu tak bisa diukur dengan angka statistik sekalipun. Ini masalh kualitas, bukan kuantitas.

Yang paling menyenangkan saat melihat seorang tersenyum terhadap kita, kehadiran kita dinanti, dan kepergian kita dirindu. Ini bukan tentang, 'mau jadi apa kita esok hari?, tapi tentang mau sepertia apa kondisi kita dikenang stelah kita mati?....

28 Maret 2013, Yogyakarta, dikos lantai tiga

Eksotisme Rinjani Negeri Para Dewi...

Keberangkatan kali ini cuman berdua sama denni, teman dari ITS Surabaya, awal kenal saat bertemu dimalang barengan menuju semeruKebetulan dia baru kelar ujian meja untuk mendapat gelar ST-nya, selamat my Bro. Momen ini dijadikan  penghilang penat selama ngurus skripsinya sekalian syukuran kecil-kecilan dipuncak rinjani.

Setelah cek kembali perlengkapan serta peralatan untuk persiapan nyummit. Tanggal sebelas ferbuari saya berangkat dari stasiun lempuyangan menuju stasiun gubeng surabaya. Disurabaya kami janjian bertemu untuk mematangkan konsep perjalanan serta mengevaluasi peralatan serta akomodasi yang akan dibawa.

Perjalan rinjani dimulai keesokan hariya, kami menuju terminal surabaya, memilih bis yang langsung sampai kemataram, Lombok. Rencana awal di ROP Pendakian kita mau estafet aja, mulai dari surabaya naik kereta menuju banyuwangi, nyebrang bali, dan naik feri menuju lombok. Tapi karena kehabisan tiket, mau ga mau alternatifnya nai bis. Alhamdullialh dapat yang lumayan murah setelah terjadi penawaran yang sedikit alot dan panjang.

Puncak Rinjani Dari kejauhan tertutup Kabut
Kesokan harinya kami tiba di pelabuhan mataram, dijemput teman dari UNRAM (Universitas mataramam) Akh pendi. Karena tiba disana sudah hampir, kami sepakat untuk bermalam satu malam di sekertariat mesjid kampus Unram sambil memulihkan stamina selama perjalan yang cukup melelahkan.

Puncak Rinjani Dikejauhan
Setelah sholat Subuh kami berangkat menuju pasar hiberaitaise dengan minibus. Tiba disana kami harus mencari angkot sayur yang akan menuju sembalun. karena tidak ada angkot yang menuju kesana. Jadi alternatifnya kita nebeng mobil L-300 yang kan menuju sembalaun. Kami berangkat bersama ibu-ibu dan warga yang telah menjual hasil kebunnya di ibu kota kecamatan tersebut.

Bersama Ibu-Ibu dimobil pengangkut Sayur
Tiba disembalun, kami diantar disalah satu jalur tikus disudut perkampungan oleh bapak supir mobil yang kami ikuti. Informasi dari beliau 'Jalur ini jalur alternatif dan jarak tempuhnya tak terlalu jauh. Jalur ini memang jarang dialuli pendaki. Jalur pendakian regular masih ditutup hingga april dan sejak beberapa hari lalu, informasi dari warga tak ada satupun pandaki yang muncak.

Akhirnya kami berangkat pagi pukul sembilan, disini kami melewati padang safana (Padang Rumput alang-alang) yang terhampar luas, Ditemani teriknya matahari, nampak dikejauhan sekelompok burung memanfaatkanya untuk mencari mangsa. Tebing-tebing dan bukit-bukit menjulang yang ditumbuhi ilalang menjadi pemandangan yang mampu menghalau lelah.

Jumlah pos yang harus dilewati tak terlalu banyak, hanya saja jarak antar pos yang lumayan berjauhan. Tiba dipos dua kami singgah istirahat dan mengisi kekosongan perut. Treking dimulai saat tiba dipos tiga, sampai pelewangan. Kondisi treking yang lumayan licin dan melewati hutan cemara yang tidak terlalu lembat, mebuat kami sedikit kewalahan.
Istirahat dijalur pos tiga menuju Pelewangan

Alhamdulillah tiba di pelewangan malam pukul tujuh. Seperti yang kami duga tak ada seorang pun diatas. Kami hanya berdua.Kondisi sangat sepi, ditemani melodi angin yang memang cukup ribut. Segera kami mencari tempat untuk membangun tenda, yang tak terlalu jauh dengan sumber air.

Malam itu cerah, Langit dan Bintang bermetamofosis menjadi hiburan ditengah kesunyian, nampak ujung pulau dikejauhan yang membatasi laut dan dari lampu-lampu rumah penduduk. Ini lah yang dibayar mahal. Begitu berharganya sebuah perjuangan, dan semua terbayar malam ini.
Semua terasa dekat.  Ada kepuasan batin saat kita berada dipuncak tertinggi.
Kamu akan merasa sanagat kecil dan hanya ada takjub, tanpa ada embel  basa-basi...
Plewangan Dan Danau Bongkahan Rinjani

Negeri ini kaya, Hanya saja, pemimpinnya yang Rakus, Indonesia memang layak dibayar darah oleh Kakek-kakek pahlawan kita terdahulu. Andai semua orang bisa melihat ini. Mungkin mereka akan sependapat dengan ku. Terkadang puncak keindahan tak kan mampu di wakilkan  kata-kata..

Kesokan paginya.Ternyata kami tak sendiri. Penghuni Rinjani pun datang bertandang mengelilingi tenda untuk meminta makan. Hati-hati bila ke rinjani, Ternyata banyak monyet yang sedikit galak jika tak dikasih makan....

Tugu Plewanagan
Quitness


















Tigabelas Februari Dua Ribu Tgabelas...Stasiun Kota Baru Banyuwangi..

Setetes Surga Di Semeru

Tepat tanggal dua puluh dua  desember Duaribuduabelas berangat dari terminal giwangan yogya menuju malang. perjalanan ditemani mendung petang itu. Berangkat sekitar pukul sembilan malam. Selama perjalan terpaksa duduk disebelah pak supir dengan kursi plastik yang cukup membuat pantat menjadi tepos, mau tak mau, dengan kondisi bis yang full dan ini adalah bus terakhir menuju malang.

Tiba dimalang pukul enam pagi. Setelah itu mencari angkot yang menuju tumpang. Perjalanan sekitar tiga puluh menit dari terminal malang. Tiba ditumpang, disini saya bertemu 4 orang pendaki yang sama-sama mau menuju semeru. Kebetulan ini adalah pengalaman mereka ke kesemeru, sama dengan saya.

Tumpang
Keempat orang ini, alif dan denni dari ITS Surabaya  dan Egi dan Ari dari UII Yogya. Setelah menunggu cukup lama, sampai jep full hingga, kami berangkat menuju Ranu pane.
Otw Ranu Pane
Selama perjalanan sudah nampak keindahan disekitar, hamparan safana dan Bukit yang setia manjaga Gunung-gunung yang menjulang. Waktu itu, tak nampak Mahameru, mungkin karena tertutup oleh kabut.

Perjalan Ranu Pane, Hamparan Safana


Tiba dirau pane, kami melapor  kebascamp untuk persiapan keberangkatan. Tepat pukul sepuluh siang kami meninggalkan ranu pane menuju Ranu kombolo. Selama perjalan, kebanyakan yang dilalu hutan tropis, dan sedikit traking. Jalur lumayan bagus dan tidak terlalu sulit karena memang sudah disiapkan rambu-rambunya. Hampir dtiap kami berhenti, dan tiba sekitar jam tujuh malam diranu kumbolo.


Pos Ranupane
Ranu kumbolo eksotis. Kami disambut senyuman cerah langit malam, dan bintang yang sangat dekat malam itu. kami menginap menginap semalam diranukumbolo.

Ranukumbolo Menyambut mentari
Tim di Ranukumbolo

Esok paginya, lumyan berkabut. hingga tak nampak sunrisenya diantara kedua laya  bukit yang berada tepat dihadapan tenda yang menghadap danau. Sekali saya terkagum dengan ukiran Tuhan ditempat ini.


Pukul sebelas kami meninggalkan ranukumbolo, menuju kalimati, perjalan hampir empat jam, selama perjalanan, safana atau hamparan rumput menghijau terhampar luas, cantik, sekalipun panas, semua terobati, karena suguhan indah pepohonan pinus dan hamparan safana. Perjalan selama empat jam, kami tiba sore dikali mati.

Safana menuju Kalimati
Kami sepakat bangun tenda dikali mati, karena sumber air yang agak dekat dibanding harus ngekamp diarcopodo, tapi ada pula beberapa pendaki yang memilih menuju arcopodo untuk mendirikan camp, dengan pertimbangan lebih dekat menuju puncak mahameru.

Cooker
Ditenda kedinginan
Tiba saat menuju puncak. kami berangkat pukul sebelas malam, kondisi cuaca dingin, bahkan pakaian sampai berlapis, semua peralatan ditinggal ditenda, kecuali minuman dan makanan snakc didalam daypack untuk bekal selama perjalan. Kebetulan yang muncak pada saat itu rame, jadi kami tidak terlalu terburu-buru, selama perjalan dari kalimati menuju arcopodo, trackingnya mantep, cukup melelahkan, setalah itu kita melewati batas akhir antanra tumbuhan dengan pasir bebutaan. Selama meuju puncak, kaki melangkah sangat sulit, karena kondisi trek yang berpasir dan banyak bebatuan yang rentan untuk menggelinding kebawah.

Keren Sunrise Mendekati Puncak
Setelah melewati trek yang sangat sulit, alhamduillah kami melihat sunrise saat mendekati puncak dan tiba dipuncak sekitar pukul tujuh pagi. Indahh,,semua terbayar,saat kita sampai dipuncak Mahameru...

Indonesia Ku indah..Indonesia ku Kaya Indonesia Ku Cinta..Dan Saya adalah Pemberani menaklukan takut yang ternyata hanya menjadi tameng keidahan

Thangks God...



Ritual...



Mom...






Puncak Mahameru

Puncak 3676 Mdlp

Negeri Di atas Awan

The Winner

Strangger...
Dua Puluh empat Desember DuaRibuDuaBelas...Puncak Mahameru, Jawa Timur, Indonesia...
'Awal Pintu...