Sabtu, 19 Desember 2015

RENUNGAN

Semoga Allah senantiasa membersamai kita ditiap-tiap langkah kaki yang entah akan kemana jasad ini kita bawa. Semoga waktu bisa menjadi pengingat, jika semua yang memilki permulaan pasti akan ada titik akhirnya. Sabar adalah bekal terbaik yang Allah titipkan di tiap-tiap mahluk yang Ia Cintai, Allah melengkapinya dengan Syukur sebagai mahkota dari kesabaran.

Jasad ini datang, tidak untuk menawarkan apalagi menjanjikan apa-apa, dan sejatinya seperti itulah adanya, mahluk tertumpu dan tergantung oleh Sang Maha Hidup. Olehnya merugilah orang-orang yang mengharap banyak dengan mahluk sesamanya, karena mahluk yang di jadikannnya tumpuan juga lemah di hadapan-Nya.

Saya memilih untuk  memberanikan diri saja. Kerugian terbesar manusia, saat tidak mampu untuk menaklukan rasa takut didalam diri mereka. Kesucian masih sangat jauh dari tabiat diri, dan 'baik' hanyalah jubah yang dikenakan dihadapan manusia saja. 

Terkadang lisan ini rapuh untuk membuat suatu pengakuan sebagai pengikut Rasulullah yang Agung. Tabiat  serta tindakan sangat jauh dari cerminan umat beliau. Ada sebuah keyakian jika beliau terus menyaksikan umatnya saat ini, namun dengan dimensi yang berbeda dengan manusia yang hidup sampai hari ini, beliau menangis melihat betapa umatnya saat ini jauh dari apa yang telah beliau cita-citakan. Sangatlah wajar, disaat-saat akhir hidupnya yang beliau sebut hanyalah  Ummati,ummati, ummati.




Tidak ada komentar:

Posting Komentar