Semoga
Allah senantiasa membersamai kita ditiap-tiap langkah kaki yang entah akan
kemana jasad ini kita bawa. Semoga waktu bisa menjadi pengingat, jika semua
yang memilki permulaan pasti akan ada titik akhirnya. Sabar adalah bekal
terbaik yang Allah titipkan di tiap-tiap mahluk yang Ia Cintai, Allah
melengkapinya dengan Syukur sebagai mahkota dari kesabaran.
Jasad
ini datang, tidak untuk menawarkan apalagi menjanjikan apa-apa, dan sejatinya
seperti itulah adanya, mahluk tertumpu dan tergantung oleh Sang Maha Hidup.
Olehnya merugilah orang-orang yang mengharap banyak dengan mahluk sesamanya,
karena mahluk yang di jadikannnya tumpuan juga lemah di hadapan-Nya.
Saya
memilih untuk memberanikan diri saja. Kerugian terbesar manusia, saat
tidak mampu untuk menaklukan rasa takut didalam diri mereka. Kesucian
masih sangat jauh dari tabiat diri, dan 'baik' hanyalah jubah yang dikenakan
dihadapan manusia saja.
Terkadang
lisan ini rapuh untuk membuat suatu pengakuan sebagai pengikut Rasulullah yang Agung. Tabiat serta tindakan sangat jauh dari
cerminan umat beliau. Ada sebuah keyakian jika beliau terus menyaksikan
umatnya saat ini, namun dengan dimensi yang berbeda dengan manusia yang hidup
sampai hari ini, beliau menangis melihat betapa umatnya saat ini jauh dari apa
yang telah beliau cita-citakan. Sangatlah wajar, disaat-saat akhir hidupnya
yang beliau sebut hanyalah Ummati,ummati,
ummati.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar