Sabtu, 09 Juni 2012

Tinggalkan Malam Menjemput Mimpi


Selamat tinggal malam...
Sapaan senja masih hangat kurasa sedari tadi...
Seakan mereka tak ingin berhenti untuk mencumbuku hari ini...
Tiket yang sudah disiapkan sejak 5 hari lalu, tersimpan rapi dikantong sebelah kanan ransel biruku..
Nampak tertera pukul 06.30 WITA namun sang pemilik maskapai merekomndasikan untuk hadir 2 jam lebih awal....
Malam ini seakan semua yang ada disekelililngku melambaikan tangannya
Kulihat bulan bermata sendu nampak  memperlihatkan kesedihanya entah karena kepergianku atau karena kumpulan rasi bintang  yang sudah tak lagi setia menamani malam-malamnya..
Bersama ke empat sahabatku,Yusuf mangaukang, Irfan djimbe, Veno mahakesa, dan Syarif kukarannuang kami keluar berpamitan dengan pemilik kos yang begitu baik hati sudah sudi menampungku beberapa bulan terakhirku di Kota ini..
Ku paham sekarang mengapa Mereka yang pernah merasakan ditinggal pergi akan bersedih...dan mengapa mereka yang Meninggalkan  juga turut merasakan hal serupa...
Batin kembali menyalahkan diri mengapa mesti ada perpisahan....
Jangan menyalahkan waktu ataupun malam, ini adalah  timbal balik karena adanya pertemuan
Dan saya memilih untuk Menang...
Saya sudah terlanjur berani bermimpi kawanku...
Tarikan tangannya begitu kuat untuk memaksaku mengejar angan-anganku...
Jalan hidup manusia berbeda, jalur yang dilaluipun banyak obsi-obsinya...
Dan saya telah membayar jalan ini, didepan sudah ada penjaga pintu yang telah setia sedari tadi menunggu untuk membukakan pintu gerbang mimpiku menuju ke Negeri Seberang..
Ya...selamat tinggal malamku,,kenanganku, jejak langkahkuku, batinku, tulisanku, pengorbananku, titipanku, senduku, senjaku, kemerdekaanku, penghambaanku, lamunanku, tidurku, kebahagianku, cahayaku, serta layang-layang biruku...
Ya saya pergi bukan  untuk kembali bukan juga untuk menghambakan materi, namun untuk mencari cahaya yang telah Tuhan lemparkan ditempat mereka...
Sempat kami memanjakan tubuh itu dengan jajanan malam....
Tibalah waktu dimana saya harus menginjakan kaki untuk bersiap terbang..
Sahabat2ku kurangkul satu persatu..
Inilah kondisi yang saya tidak pernah harap datang untuk menghampiriku...
Kulihat mata mereka kehilangan cahayanya...
Saya pun seperti itu..tapi didepan sana sudah sedari tadi memanggil untuk pergi..
Ku lepaskan rangkulan eratku. Kutitipkan satu pesan sederhana yang menjadi peganganku selama ini...
Ya kita berhak untuk memilih ingin seperti apa kita membentuk diri...
Itulah kebijaksanaan Tuhan dan Dia hanya menginginkan untuk kita menyisihkan waktu memadu kasih dengannya cukup 5 menit ditiap siangnya, senjanya, malamnya, dan dinginnya....
'Angin Jagalah Mereka dan Sebuah Nama yang terlanjur kutitipkan dibilik  sebelah kanan Hati...
Kotak Hati. Makasasar,,,Terbang bersama angin... Bandara hasanuddin, Nampak Bulan masih murung tak ingin digantikan posisnya oleh angin yang telah siap menarik mentari...
Pukul 11.25 6 juni 2012-06-08 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar