Selamat tinggal malam...
Sapaan senja masih hangat kurasa sedari tadi...
Seakan mereka tak ingin berhenti untuk mencumbuku hari ini...
Tiket yang sudah disiapkan sejak 5 hari lalu, tersimpan rapi
dikantong sebelah kanan ransel biruku..
Nampak tertera pukul 06.30 WITA namun sang pemilik maskapai
merekomndasikan untuk hadir 2 jam lebih awal....
Malam ini seakan semua yang ada disekelililngku melambaikan
tangannya
Kulihat bulan bermata sendu nampak memperlihatkan kesedihanya entah karena
kepergianku atau karena kumpulan rasi bintang
yang sudah tak lagi setia menamani malam-malamnya..
Bersama ke empat sahabatku,Yusuf mangaukang, Irfan djimbe,
Veno mahakesa, dan Syarif kukarannuang kami keluar berpamitan dengan pemilik
kos yang begitu baik hati sudah sudi menampungku beberapa bulan terakhirku di
Kota ini..
Ku paham sekarang mengapa Mereka yang pernah merasakan ditinggal
pergi akan bersedih...dan mengapa mereka yang Meninggalkan juga turut merasakan hal serupa...
Batin kembali menyalahkan diri mengapa mesti ada perpisahan....
Jangan menyalahkan waktu ataupun malam, ini adalah timbal balik karena adanya pertemuan
Dan saya memilih untuk Menang...
Saya sudah terlanjur berani bermimpi kawanku...
Tarikan tangannya begitu kuat untuk memaksaku mengejar
angan-anganku...
Jalan hidup manusia berbeda, jalur yang dilaluipun banyak
obsi-obsinya...
Dan saya telah membayar jalan ini, didepan sudah ada penjaga
pintu yang telah setia sedari tadi menunggu untuk membukakan pintu gerbang
mimpiku menuju ke Negeri Seberang..
Ya...selamat tinggal malamku,,kenanganku, jejak langkahkuku, batinku, tulisanku,
pengorbananku, titipanku, senduku, senjaku, kemerdekaanku, penghambaanku, lamunanku,
tidurku, kebahagianku, cahayaku, serta layang-layang biruku...
Ya saya pergi bukan untuk kembali bukan juga untuk menghambakan
materi, namun untuk mencari cahaya yang telah Tuhan lemparkan ditempat mereka...
Sempat kami memanjakan tubuh itu dengan jajanan malam....
Tibalah waktu dimana saya harus menginjakan kaki untuk bersiap
terbang..
Sahabat2ku kurangkul satu persatu..
Inilah kondisi yang saya tidak pernah harap datang untuk menghampiriku...
Kulihat mata mereka kehilangan cahayanya...
Saya pun seperti itu..tapi didepan sana sudah sedari tadi
memanggil untuk pergi..
Ku lepaskan rangkulan eratku. Kutitipkan satu pesan sederhana yang menjadi peganganku selama ini...
Ya kita berhak untuk memilih ingin seperti apa kita
membentuk diri...
Itulah kebijaksanaan Tuhan dan Dia hanya menginginkan untuk
kita menyisihkan waktu memadu kasih dengannya cukup 5 menit ditiap siangnya,
senjanya, malamnya, dan dinginnya....
'Angin Jagalah Mereka dan Sebuah Nama yang terlanjur kutitipkan dibilik sebelah kanan Hati...
Kotak Hati. Makasasar,,,Terbang bersama angin... Bandara hasanuddin, Nampak Bulan masih murung tak ingin digantikan posisnya oleh angin
yang telah siap menarik mentari...
Pukul 11.25 6 juni 2012-06-08


Tidak ada komentar:
Posting Komentar