Buaian lembut tangan nona...
Menanti ufuk fajar yang kian lama terasa..
Penantian anak kecil yang berharap ada pena ditangan
kanannya
Hari ini negriku pilu....
Syair sendupun tak terwakilkan olehnya
Bapak-bapak dengan kantong tebalnya
Hanya memainkan mata melihat sekelilingnya
Saya memilih untuk berdiri menikmati kesunyian ini
Untuk mengeluarkan air mata yang telah membatu....
Buaian tangan surga kian jauh menjemput relung ini,,,,
Pergilah kau dari sini para penjilat negri....
Spesial untuk mereka yang mengaku berdasi tapi tidak
berkontribusi...
Kotak Jenuh,03 juni 2013 sehari setelah hilangnya kesaktian
Pancasilaku

Tidak ada komentar:
Posting Komentar