Cerita ini berawal dari on-line..
Kebetulan tadi lagi online, dapat artikel menarik tentang menemukan
bakat dan potensi diri
Kemudian saya merenung? Apa ya bakat dan potensiku selama
ini.
Umur sudah hampir seperempat abad tapi masih menanyakan ini.
Hehehe
Iya sih,,jujur saya blum menemukan apa sebenarnya bakat
terpendam yang saya milki, jurusan yang saya tekuni saat ini pun
sebenarnya saya jalani tidak dengan hati yang foll-foll amat, sekalaipun demikian, alhamdullilah saya bersyukur, Allah
membukanan jalan untuk lanjut kejenjang past graduade nya.
Tapi yang saya heran
kemana gerangan tersembunyi bakat dan potensi yang saya miliki. Tolong pulanglah segera, jangan jadi penerusnya bang toyib..
Ada pernah wejangan yang sampai hari ini terus
saya ingat, redaksinya kurang lebih seperti ini :
'Anda tidak akan bisa menjadi ahli dii suatu bidang, jika anda
tidak benar-benar menyukai bidang tersebut,..
Nah secara tidak langsung yang merupakan indikator keahlian
adalah ketertarikan
Sampai hari ini saya masih bingung saya tertarik dengan apa? Dalam
hidupku yang saya ingat saya hanya tertarik dengan wanita, tapi itu diluar
konteks permaslahan hehehe
Dulu waktu sma saya punya impian kuliah di fakultas hukum, landasannya
karena kecewa terhadap supremasi hukum yang terjadi dinegeri ini, waktu sd saya
mau jadi astronot, tapi sayangnya karena waktu keci saya nakal, terus kaki ku
patah nyangkut dipagar rumah tetangga, alhasil orangtua mengeluarkan fatwa
untuk tidak manjalankan kegiatan yang ada hubungannya dengan ketinggian. Lunturlah
cita-citaku..
Anehnya saya bisa sampai difarmasi, entah apa gerangan yang
membuat saya tercebur dijurusan ini, sebelumnya saya dikesehatan masyaratak, tapi
karena sesuatu dan lain hal, akhirnya saya memutuskan untuk transfer ke
farmasi, karena memang waktu itu banyak
fans yang menginginkan saya untuk hengkang dari sana hehehhe...
Sebenarnya salah satu mata kuliah yang saya senangi adalah
kimia, entah karena gurunya yang waktu itu memang nyaman menyampaikannya pada
saat saya masih di sma, ataukah memang saya yang jenius seperti john
dalton, situkang parkir penemu atom hehehe..
Karena memang yang saya dengar farmasi banyak bercerita
tentang kimia, dengan kepercayaan diri tinggi saya pun hengkang kefarmasi,
dengan nilai transfer yang dirahasiakan oleh manajerqu..
Setelah berkutat dengan teori-teori dan lab farmasi selama
kurang lebih empat tahun akhirya saya lulus juga alhamdulillah, tapi anenhnya
saya keterima lagi untuk melanjutkan kuliah s2 dibidang yang sama, saya pun
tambah bingung, dengan modal pengetahuan s1 yang pas-pasan ya saya mulai dengan
bismillah dan sekardus indomie yang orangtuaqu siapkan untukku.
Dari cerita diatas yang ingin sampaikan sebenarnya satu hal
bahwa, memang enak saat kita sudah berada dalam posisi menemukan potensi diri
kita, jadi tinggal diasah saja, yang nyesek itu, ketika kalian menghadapi posisi
yang kualami, ga tau bakatnya apa tapi jalan terus, solanya ga ada rambu-rambu
untuk parkir.
Jadi jika anda belum menmukan bakat anda, cobalah belajar
untuk mensyukuri apa yang ada ditangan anda saat ini, dan coba untuk mencari
dimana celah untuk kita bisa menyisispkan rasa cinta kita terhadap sesuatu yang
terlanjur kita geluti, karena kita belum tahu apa sebenarnya maksud Tuhan
mempertemukan kita dengan apa yang sebenarnya tidak terlalu kita minati, mungkin
saja dibalik perjalanan yang terlanjur kita pilih ada sebuah 'mirakc'cle'nya Tuhan
yang membuat kita justru bisa menemukan bakat dan potensi kita yang
sebenarnya...
Jalani,Syukuri, Be Strong, Insyallah bisa, pantang
menyerah, sekalipun Tuhan bilang’ sudah waktunya pulang’,...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar