Senin, 09 September 2013

Paaindinge Yoourr Bakat dan Potensi (NB: Mohon maaf dikamusku ga tahu apa bahasa jowonya :)


Cerita ini berawal dari on-line..
Kebetulan tadi lagi online, dapat artikel menarik tentang menemukan bakat dan potensi diri
Kemudian saya merenung? Apa ya bakat dan potensiku selama ini.
Umur sudah hampir seperempat abad tapi masih menanyakan ini. Hehehe

Iya sih,,jujur saya blum menemukan apa sebenarnya bakat terpendam yang saya milki, jurusan yang saya tekuni saat ini pun sebenarnya saya jalani tidak dengan hati yang foll-foll amat, sekalaipun demikian, alhamdullilah saya bersyukur, Allah membukanan jalan untuk lanjut kejenjang past graduade nya.

 Tapi yang saya heran kemana gerangan tersembunyi bakat dan potensi yang saya miliki. Tolong pulanglah segera,  jangan jadi penerusnya bang toyib..
Ada pernah wejangan yang sampai hari ini terus saya ingat, redaksinya kurang lebih seperti ini :
'Anda tidak akan bisa menjadi ahli dii suatu bidang, jika anda tidak benar-benar menyukai bidang tersebut,..
Nah secara tidak langsung yang merupakan indikator keahlian adalah ketertarikan

Sampai hari ini saya masih bingung saya tertarik dengan apa? Dalam hidupku yang saya ingat saya hanya tertarik dengan wanita, tapi itu diluar konteks permaslahan hehehe

Dulu waktu sma saya punya impian kuliah di fakultas hukum, landasannya karena kecewa terhadap supremasi hukum yang terjadi dinegeri ini, waktu sd saya mau jadi astronot, tapi sayangnya karena waktu keci saya nakal, terus kaki ku patah nyangkut dipagar rumah tetangga, alhasil orangtua mengeluarkan fatwa untuk tidak manjalankan kegiatan yang ada hubungannya dengan ketinggian. Lunturlah cita-citaku..

Anehnya saya bisa sampai difarmasi, entah apa gerangan yang membuat saya tercebur dijurusan ini, sebelumnya saya dikesehatan masyaratak, tapi karena sesuatu dan lain hal, akhirnya saya memutuskan untuk transfer ke farmasi, karena memang  waktu itu banyak fans yang menginginkan saya untuk hengkang dari sana hehehhe...

Sebenarnya salah satu mata kuliah yang saya senangi adalah kimia, entah karena gurunya yang waktu itu memang nyaman menyampaikannya pada saat saya masih di sma, ataukah memang saya yang jenius seperti john dalton, situkang parkir penemu atom hehehe..
Karena memang yang saya dengar farmasi banyak bercerita tentang kimia, dengan kepercayaan diri tinggi saya pun hengkang kefarmasi, dengan nilai transfer yang dirahasiakan oleh manajerqu.. 

Setelah berkutat dengan teori-teori dan lab farmasi selama kurang lebih empat tahun akhirya saya lulus juga alhamdulillah, tapi anenhnya saya keterima lagi untuk melanjutkan kuliah s2 dibidang yang sama, saya pun tambah bingung, dengan modal pengetahuan s1 yang pas-pasan ya saya mulai dengan bismillah dan sekardus indomie yang orangtuaqu siapkan untukku.

Dari cerita diatas yang ingin sampaikan sebenarnya satu hal bahwa, memang enak saat kita sudah berada dalam posisi menemukan potensi diri kita, jadi tinggal diasah saja, yang nyesek itu, ketika kalian menghadapi posisi yang kualami, ga tau bakatnya apa tapi jalan terus, solanya ga ada rambu-rambu untuk parkir.

Jadi jika anda belum menmukan bakat anda, cobalah belajar untuk mensyukuri apa yang ada ditangan anda saat ini, dan coba untuk mencari dimana celah untuk kita bisa menyisispkan rasa cinta kita terhadap sesuatu yang terlanjur kita geluti, karena kita belum tahu apa sebenarnya maksud Tuhan mempertemukan kita dengan apa yang sebenarnya tidak terlalu kita minati, mungkin saja dibalik perjalanan yang terlanjur kita pilih ada sebuah 'mirakc'cle'nya Tuhan yang membuat kita justru bisa menemukan bakat dan potensi kita yang sebenarnya...

Jalani,Syukuri, Be Strong, Insyallah bisa, pantang menyerah, sekalipun Tuhan bilang’ sudah waktunya pulang’,...

Tidak ada komentar:

Posting Komentar