Selasa, 10 September 2013

HAFIDS muda Terbaik asal indonesia : Syaikh Taufiq abu bakri (menghayal)

''Sebelumnya saya ucapkan terimakasih atas penghargaan serta kesempatan yang diberikan kepada saya, penghormatan yang sebesar-besarnya saya haturkan kepada bapak presiden RI dan jajarannya, beserta para alim ulama dan seluruh rakyat indonesia yang telah mendukung serta memberikan doanya hingg......kring..kring..kring
Suara telfon menghentikan lamunanku...dasar mengganggu inspirasiku aja, gumanku dalam hati..
________________________!!!!!!

Jika diizinkan terlahir kembali, menjadi Hafids adalah harapanku. Doa yang selalu kupanjatkan saat merenung, Tak tahu  mengapa Hafids menjadi dambaan ku belakangan ini.
Kadang kalau lagi melamun, membayangkan diriku menjadi seorang imam mesjid, dengan bacaan surah al baqarah, al imran, al kahf dengan suara yang mendayu-dayu, diikuti isak tangis jemaah. Subhanallah,, tapi itu hanya di ranah khayalan..hehhehe

Ada rasa penyesalan juga, kenapa ga dari dulu saya dimasukan dipesantren hafids saja. Entah apa yang membuat rasa ini kian kuat untuk menjadi seorang hafids, 
Di tempat saya sekarang, baru saya sadar betapa hebatnya seorang hafids, selain menjadi bekal untuk dirinya baik didunia maupun diakhirat, hal ini juga berdampak orang tuanya, yang mendapat kecipratan pahala.

Saya memposisikan hafids sebagai suatu profesi yang memberikan jasa bukan hanya kepada Tuhannya akan tetapi juga kepada sesamanya (Baca:Dakwah). Saat ini sudah banyak terdengar dimedia tentang para hafids muda terutama di indonesia. Betapa hebatnya jika kelak pemimpin-pemimpin negeri ini dari kaum hafids yang hafal dan paham makna serta tuntunan al-quran.

Ada rasa iri juga sebenarnya, dengan umur yang sudah bisa dikategorikan tak muda lagi, hanya mampu menghafal beberapa ayat-ayat pendek saja. Itu pun Juz 30 tak sampai selesai, ironis memang :(.
Tapi saya tak ingin menyalahkan siapa-siapa, apalagi kedua orang tuaqu yang terlanjur menyekolahkanku di sekolah swasta yang berbackrond agama lain (Katolik).

Pasti ada pelajaran dibalik itu semua. Saya bersyukur telah banyak terlahir hafids-hafids muda. Ini menandakan kesadaran akan pentingnya pendidikan agama dikalangan masyarakat muslim dinegeri ini semakin meningkat.

Tak apalah jika belum mampu menghafal satu al-quran, minimal kita berupaya untuk menghapal beberapa lembar didalal alquaran dan mampu memahami makna serta mengaplikasikannya, saya rasa itu jauh lebih baik dari pada tidak sama sekali.

Minimal ini menjadi semangat untuk kita yang belum memilki banyak hafalan untuk memulai kembali mengahafal alquan dan kita sudah paham asas manfaatnya, agar kelak ketika kita ditakdirkan memiliki keturunan kita sudah sadar, betapa bermanfaatnya menjadikan keturunan kita sebagai seorang hafids diusia dini.
walahualam..

Tidak ada komentar:

Posting Komentar