Kamis, 12 September 2013

Gifted Hands

You have Everithing in your insideSemua berawal dari imajinasi.

Coba kita bayangkan, dahulu orang hanya menghayal bisa berpindah tempat dengan jarak yang bermil-mil hanya dengan hitungan jam. Akan tetapi imajinasi itu terkuak oleh waktu, ternyata manusia mampu melawan keterbatan dan mengaktualisasikan apa yang menjadi keinginannya, saat ini alternatif transportasi yang semakin canggi, kataknlah pesawat salah satu diantaranya.

Kadang saya menghayal, suatu saat manusia memilki pintu kemana saja dan mampu menghilang dan kembali muncul ditempat yang mereka idamkan. Bahkan mampu membuat replikasi bumi yang memilki kehidupan layaknya bumi saat ini.Bukankah aristoles pernah mengatakan, jika saja ada tempat tumpuan diluar angkasa maka ia akan mampu untuk memindahkan bumi, hingga akhirnya ia menemukan gaya momentum yang kita kenal sebagai hidrolik.

Kemudian ada seorang Thomas alfa E yang hanya menghabiskan waktunya merenung memikirkan tentang seberkas cahaya dalam imajinasinya yang ia coba aktualisasikan dengan riset yang hampir keseluruhannya gagal namun akhirnya menemukan suatu botlam lampu yang mempu memberikan cahanya dikegelapan.

ingin membuat suatu yang berbeda, cobalah untuk melangkah keluar dari garis yang terlanjut mebuat petakan dalam berfikir, hal ini sebenarnya yang  membuat kita lumpuh saat diminta menganalisa sesuatu permasalahan. Domain ini yang membuat kita terkukung hingga kita hanya berorientasi pada perbudakan pemikiran yang subjektif dan monoton.

Sebagai mahluk yang mengkaim dirinya berTuhan, betapa meruginya kita, saat akses serta fasilitas yang telah diberikan secara cuma-cuma ini tak termanfaatkan hanya karena kita terlanjur merasa nyaman dengan kondisi saat ini. Padahal jika kita coba untuk berfikir sedikit lebih banyak dari yang biasanya, kita akan menemukan banyak pertanyaan tentang rumitnya Dunia dan Segala misteri-misteri tentang kehidupan dijagad raya ini.

Kadang orang yang nampak bodoh menyimpan sense yang jauh lebih baik dibanding mereka yang mencoba menjadikan kepintaran sebagai sebuah fashion agar nampak jauh lebih berwibawa.Saya jauh lebih memberikan apresiasi kepada mereka yang dikatan damned atau stupidboy 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar