Rabu, 27 Maret 2013

Setetes Surga Di Semeru

Tepat tanggal dua puluh dua  desember Duaribuduabelas berangat dari terminal giwangan yogya menuju malang. perjalanan ditemani mendung petang itu. Berangkat sekitar pukul sembilan malam. Selama perjalan terpaksa duduk disebelah pak supir dengan kursi plastik yang cukup membuat pantat menjadi tepos, mau tak mau, dengan kondisi bis yang full dan ini adalah bus terakhir menuju malang.

Tiba dimalang pukul enam pagi. Setelah itu mencari angkot yang menuju tumpang. Perjalanan sekitar tiga puluh menit dari terminal malang. Tiba ditumpang, disini saya bertemu 4 orang pendaki yang sama-sama mau menuju semeru. Kebetulan ini adalah pengalaman mereka ke kesemeru, sama dengan saya.

Tumpang
Keempat orang ini, alif dan denni dari ITS Surabaya  dan Egi dan Ari dari UII Yogya. Setelah menunggu cukup lama, sampai jep full hingga, kami berangkat menuju Ranu pane.
Otw Ranu Pane
Selama perjalanan sudah nampak keindahan disekitar, hamparan safana dan Bukit yang setia manjaga Gunung-gunung yang menjulang. Waktu itu, tak nampak Mahameru, mungkin karena tertutup oleh kabut.

Perjalan Ranu Pane, Hamparan Safana


Tiba dirau pane, kami melapor  kebascamp untuk persiapan keberangkatan. Tepat pukul sepuluh siang kami meninggalkan ranu pane menuju Ranu kombolo. Selama perjalan, kebanyakan yang dilalu hutan tropis, dan sedikit traking. Jalur lumayan bagus dan tidak terlalu sulit karena memang sudah disiapkan rambu-rambunya. Hampir dtiap kami berhenti, dan tiba sekitar jam tujuh malam diranu kumbolo.


Pos Ranupane
Ranu kumbolo eksotis. Kami disambut senyuman cerah langit malam, dan bintang yang sangat dekat malam itu. kami menginap menginap semalam diranukumbolo.

Ranukumbolo Menyambut mentari
Tim di Ranukumbolo

Esok paginya, lumyan berkabut. hingga tak nampak sunrisenya diantara kedua laya  bukit yang berada tepat dihadapan tenda yang menghadap danau. Sekali saya terkagum dengan ukiran Tuhan ditempat ini.


Pukul sebelas kami meninggalkan ranukumbolo, menuju kalimati, perjalan hampir empat jam, selama perjalanan, safana atau hamparan rumput menghijau terhampar luas, cantik, sekalipun panas, semua terobati, karena suguhan indah pepohonan pinus dan hamparan safana. Perjalan selama empat jam, kami tiba sore dikali mati.

Safana menuju Kalimati
Kami sepakat bangun tenda dikali mati, karena sumber air yang agak dekat dibanding harus ngekamp diarcopodo, tapi ada pula beberapa pendaki yang memilih menuju arcopodo untuk mendirikan camp, dengan pertimbangan lebih dekat menuju puncak mahameru.

Cooker
Ditenda kedinginan
Tiba saat menuju puncak. kami berangkat pukul sebelas malam, kondisi cuaca dingin, bahkan pakaian sampai berlapis, semua peralatan ditinggal ditenda, kecuali minuman dan makanan snakc didalam daypack untuk bekal selama perjalan. Kebetulan yang muncak pada saat itu rame, jadi kami tidak terlalu terburu-buru, selama perjalan dari kalimati menuju arcopodo, trackingnya mantep, cukup melelahkan, setalah itu kita melewati batas akhir antanra tumbuhan dengan pasir bebutaan. Selama meuju puncak, kaki melangkah sangat sulit, karena kondisi trek yang berpasir dan banyak bebatuan yang rentan untuk menggelinding kebawah.

Keren Sunrise Mendekati Puncak
Setelah melewati trek yang sangat sulit, alhamduillah kami melihat sunrise saat mendekati puncak dan tiba dipuncak sekitar pukul tujuh pagi. Indahh,,semua terbayar,saat kita sampai dipuncak Mahameru...

Indonesia Ku indah..Indonesia ku Kaya Indonesia Ku Cinta..Dan Saya adalah Pemberani menaklukan takut yang ternyata hanya menjadi tameng keidahan

Thangks God...



Ritual...



Mom...






Puncak Mahameru

Puncak 3676 Mdlp

Negeri Di atas Awan

The Winner

Strangger...
Dua Puluh empat Desember DuaRibuDuaBelas...Puncak Mahameru, Jawa Timur, Indonesia...
'Awal Pintu...


Tidak ada komentar:

Posting Komentar