Senin, 25 Maret 2013

Hubungan antara Menulis dengan Persamaan Reaksi Senyawa GHALAW dan Turunannya...


Kenapa jadi ketagihan nulis begini??. jadi bingung mau nulis tentang apa? 
Pesan yang paling tersirat selama ini dari   dosen Biokimia saat S1 adalah pentingnya ideologis. Bagaimana seorang manusia harus bisa menjadi Pribadi yang mampu berdiri diatas kaki sendiri. Kadang memang hidup menawarkan kekecewaan, apalagi saat kita mendapat penilain yang sedikit membuat ubun-ubun terasa nyut-nyut.

Hidup ini berproses, Seperti Ulat yang bersusah payah bermetamorfosis menjadi Kupu-kupu untuk merubah nasibnya yang awalnya terkesan tak ada menfaatnya. Kita pun seperti itu, dari yang sebelumnya hanya bisa merangkak sekarang sudah bisa berdiri sendiri. Dan itupun kita lakukan sendiri, dengan modal  ikhtiar dan insting yang kita telah dibelakali oleh Allah. Dari yang sebelumnya tidak tahu, berupaya untuk mencari tahu. Penyambung antara keinginan untuk tahun menjadi tahu adalah azam atau tekad yang memang membutuhkan proses.

Dan sayapun belajar untuk memanfaatkan pesan bijak ini. Blog ini adalah fasilitas yang membuat kita sadar pentingnya suatu proses. Dari blog ini, saya dapat mengevaluasi diri, ternyata saya memang benar-benar bodoh, tanpa dinilai oleh orang laipun saya sudah menyadarinya lebih dulu. Nah  alhamdulillah, untungnya saya sadar akan kebodohanku, oleh karena itu saya belajar.

Saya jujur, tak tahu menulis, apalagi Ilmu serta kaidah-kaidah penulisan yang sesuai dengan kaidah bahasa indonesia yang baik dan benar, itu oun saya ga ngerti. Akan tetapi, saya punya modal.Salah satu dari sekian banyaknya cita-citaku, adalah menjadi seorang penulis. Amin..Ya Allah..!!

Ternyata realiatas dilapangan berbeda seratusdelapanpuluh lebih sedikit derajat. Menulis merupakan wadah terbaik untuk kita belajar dan ternyata menulis tak butuh teori, apalagi hukum-hukum. Cukup ada pulpen sama buku atau leptop setelah itu gerakan jari-jarimu.
Setelah itu, karena kita ga akan tau apa yang mau ditulis kalau tak ada bahan untuk ditulis. Oleh sebab itu kalau mau menulis harus banyak membaca. Nah secara tidak langsung. ketika kita mau menulis, kita terlebih dulu harus membaca agar dapat sumber inspirasi tulisan. Sekarang dari modal belajar menulis kita dapat dua bonus. Yaitu bisa belajar menulis dan bisa banyak membaca, entah dari buku, kuliah, ataupun dari blog, bakan dari tukang sayur. 

Kalau masalah output tulisan, ga usah kuatir, cukuplah Allah dan kita sebagai penilainya. Jangan takut untuk tidak dibaca, tapi takutlah kalau tidak ada bukti nyata untuk mencapai cita-cita.
Makanya ada atau tidak ada penilaian dari orang,Ya kita harus tetap istiqomah. Sekarng tinggal kembali kediri kita sendiri, bagaimana memanfaatkan momen penilaian dari para fans-fansnya kita, yang sibuk menilai aktiitas kita.

Nih katanya ustad aa'gym nih ya...'Penialian orang terhadap kita itu sebenarnya jauh lebih baik dibandingkan dengan apa yang terjadi sebenarnya. Hanya saja,Allah maha baik, DIA sangat sayang sama kita hingga masih tetap menutup rapat-rapat banyaknya aib-aib yang telah kita buat. Oleh karena itu kita harus bersyukur dan mencoba untuk terus memperbaiki diri trutama ilmu Tauhid
Kok jadi ceramh gini...!!!!

Ok..Kita bahas sedikit tentang pemuda. Kadang geli juga melihat status teman-teman yang lagi Ghalaw (baca:GalauRed) menghadapi kerasnya batu asmara, apalgi jika dituliskan dididunia jejaring sosial. Tapi mau diapa? hidup memang keras kawan? ga pandang botak,gondrong,coll,jaim,latah,blak-blakkan, siapa aja yang meras pria, mau tak mau pasti akan melewati masa-masa aurum (Timing Gold) seperti ini.
Apa itu timing Gold?'. Timing gold adalah masa dimana tingkat kejenuhan atau biasa unsaturated kalau dibidang kimia berada pada tiik maksimal, alahasil pada saat kondisi seperti ini, kita cendrung mencari tempat untuk melampiaskannya.

Bedanya pemuda jaman dulu sama jaman sekarang, kalau jaman dulu masih banyak tempat -tempat pelarian jika galau, salah satunya layar tancap. Tapi karena sudah tergerus oleh kejamnya dunia, mau tak mau layarnya sudah tidak mampu lagi tertancap sampai sekarang. Nah kalau pemuda jaman sekarang, sebenarnya lebih banyak lagi pelariannya, tapi saya juga bingung, kenapa jejaring sosial selalu menjadi tempat malampiaskan berbagai macam permasalahanya, yang sebenarnya jika kita tarik kebelakang. Kita tak akan menemukan letak garis integrasi antara munculnya galau dengan Jejaring sosial.

Ya..tapi itualah manusia, tak bisa disalahkan, apalagi menyalahkan..!!!
Saya rasa, dijaman serba cyber seperti sekarang,  memang kita dituntut untuk bisa belajar untuk  berkompetisi, agar kita tak kalah dengan tehnologi alias gaptek. Ada kecendrungan pemuda saat ini, mencoba untuk mengeksplor dirinya dengan berbagai cara. salah satunya dengan memanfaatkan tehnologi yang ada saat ini. Maka dari itu kita tidak bisa menyalahkan rakyat dunia maya yang saat ini sudah sejahtera dengan kehidupan mereka,mulai dari status galau,motivasi, gombalisasi atau sekedar berbasi-basi, hingga ada pula yang memaki...

Ti me to sleppp...Diatas atap Kos Lantai Tiga Yogyakarta.
21.35 WIB. 25 Maret 2013. ...

Tidak ada komentar:

Posting Komentar