Senin, 11 Maret 2013

Perang dan Koyo...

Hadiah bulan maret adalah kemenangan..

Akhirnya kemenangan diraih oleh pasukan virus influensa yang berhasil memukul mundur tentara batalyon imun didalam tubuh terutama regional tenggorokan dan sekitarnya. Mucus pun bertebaran dimana-dimana seakan ingin menumpahkan kekecewaannya akibat kekalahan telak pasukannya. Akibat penjarahan yang dilakukan oleh keturunan Orthomyxoviridae  ini mau tak mau tisue dan baju dalam jadi sasaran luapan emosi. Semakin buruknya keadaan, membuat saya harus memutar otak, alhasil saya memilih untuk memperkuat basis pertahan agar tak memperparah keadaan. Saya meminta Yonif Temulawak mengirimkan curcumin dan zat aromatisnya yang disuplai dari Unit Gabungan Susu jahe koordinat angkringan samping mesjid untuk membantu pertahanan dan membangun kamp-kamp desekitar perbatasan kerongkongan.

Kondisi seperti ini, biasanya akan meningkatkan sindrom kemalasitoid. Ditandai dengan malasnya mandi karena tingginya tingkat sensitifitas kulit dan bulu idung, Intensitas tidur meningkat, Badan meriang, keringat bercucuran kalau tengah malam akibat minyak gosok dan selimut tebal.

Saat-saat seperti ini, ekspektasi yang paling bagus hanyalah Bidadari..hah..kenapa bidadari??


Ya..Bidadari..!!!..karena setiap  manusia itu punya keterbatasan mental, disaat mereka sedang menghadapi masa-masa sulit. terutama yang berumur dua puluh sampai dua puluh lima tahun, lajang dan agak sedikit labil plus jauh dari orang tua..!!Nah ini kunamakan fase dangger holistik value..

Nah..biasanya mereka yang berada pada posisi tersebut, akan mencari suaka pengamanan diri atau yang disebut dengan sandaran untuk meluruskan kembali tiang-tiang sendi dan tulangnya.

Dimana hubungan korelasi antara bidari dengan fase dangger holistik value. Disini kita tak membutuhkan persamaan garis integrasi linear, actual ataupun control apalagi persamaan garis x kali y samadengan nol. Nah ini hanyalah hubungan sederhana yang saya namakan causalitas de mendro puyengenoid (Nah loe pusing kan.Red). Causalitas de mendro puyengenoid ini sebenarnya sangat sensitif jika dibicarakan dan dikupas disini. Apalagi disini kita juga mengkaji dari segi terminologi, aksiologi, epidemologi, bahkan merambat kepada etiologi dan penanganannya, nah hal ini akan menghabiskan banyak waktu.  Belum lagi melihat situasi dan kondisi yang memang selayaknya kita jaga. Terlebih kaum feminis yang saya sangat mengerti kondisinya, pasti mereka sangat tidak setuju dengan hal ini, namun dilain sisi, saya yakin mereka yang mendewakan persamaan gender kali ini akan berpihak dan berbalik meminta tanda tangan saya (Hem..sambil pake kaca mata hitam.) dan sayapun sangat menghargai itu.

Tapi sederhananya seperti ini,Hubunganya dengan bidadari ialah, karena belum ada satu manusiapun  dimuka bumi ini yang mampu memegang pundaknya sendiri. Pada saat seperti inilah peran Bidadari sangatlah dibutuhkan  untuk membantu memasangkan KOYO..

12 Maret 2013..Sambil berzikir dan merencanakan siasat untuk perang  pembalasan...

Tidak ada komentar:

Posting Komentar