Senin, 25 Maret 2013
'Menuntut Ilmu??!! Emang ada Manfaatnya..?!!
Pernah ada perkataan seorang ahli Tasawuf seperti ini,'hakekat belajar adalah mendengarkan, setelah itu mencerna apa yang didengarkan. Rahasia dibalik lahirnya cendekiawan besar adalah mereka selalu memposisikan diri menjadi seorang pendengar yang baik. Setelah mereka mampu untuk belajar khusu' mendengar, lalu mereka akan mencoba mendeterminasikan dan memahami hakekat ilmu itu sendiri.
Ilmu itu bak air, ketika tenang dia akan menjadi lahan tepat tumbuhnya mikroorganisme penyakit. Beda halnya air yang terus mengalir, tak pernah berhenti mengalirkan airnya ketempat-tempat yang membutuhkannya.
"Jika kita dapat menarik benang merah dari rajutan betapa runyamnya ilmu itu sendiri, maka kita akan menemukan lima Saripati dari segala aspek ilmu pengetahuan'
Pertama, selagi masih ada peluang untuk bersikap jujur, aku tidak akan berbohong.
Kedua, selama masih ada makanan halal, aku tidak akan memakan makanan haram.
Ketiga, jika masih ada cela (kekurangan) dalam diriku, aku tidak akan mencari-cari atau mempersalahkan keburukan orang lain.
Keempat, selagi rezeki Allah Swt. masih ada di bumi, aku tidak akan memintanya kepada orang lain. Kelima, sebelum menginjakkan kaki di surga, aku tidak akan melupakan tipu daya setan.
‘Oleh sebab itu, siapa pun yang memahami serta mengamalkan kelima saripati ilmu ini, pasti dia akan mencapai tujuan dan esensi ilmu yang selama ini kita susah payah untuk mencarinya dan membutuhkan waktu yang sangat lama."
Saat kita sudah berniat mewakafkan diri ini untuk menjadi seorang penuntut ilmu, setidaknya kita sudah paham tentang faedah berilmu itu sendiri. Namun realitas yang ada saat ini. Justru mereka yang kelihatannya memilki ilmu, memanfaatkan ilmunya untuk membodohi mereka yang nampak tak paham tentang ilmu. Hingga terkadang timbul pemikiran yang mencoreng esensi dari kesucian ilmu sendiri. Sebenarnya telah terjadi disorientasi pemahaman seorang yang meluangkan waktunya untuk belajar. Sebagai salah satu contoh. Tak sedikit saat ditanyakan alasan seorang pelajar untuk melanjutkan pendidikan perguruna tinggi,'agar mudahnya mendapatkan pekerjaan dan menghasilkan pendapatan. Al hasil saat ini banyak pelajar-pelajar yang memperebutkan kursi dijurusan-jurusan yang memang sudah menjamin masa depan mereka kedepan, sebgai salah satu contoh, Jurusan kesehatan. Lantas timbul pertanyaan apakah ilmu-ilmu yang lain tak terlalu bermanfaat untuk kedepannya.
"Banyak atau sedikitnya ilmu yang dimiliki seseorang, tidak tergantung dari status sosial dan derajatnya di mata manusia"
Walahualam bisawwab...
25 Maret 2013 Referensi : Cerita Seorang penggembala yang kaya ilmu
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar