Minggu, 03 Maret 2013

Hidup Freuequensi

      Udah lama tak menyapa mu pena abu-abu.Rinduku melangit, tapi kemalasanku pintar bersilat lidah, hingga lenggoknya membiaskan nafsu untuk melirik mendung agar tak tertarik mempersembahkan kata-kata pujangga untukmu..

     Sudah hampir setengah tahun dikota ini, tak terasa waktu pintar memainkan perannya. Entah sudah berapa bab yang kulalui atau berapa kilometer yang aku habiskan. Ini proses yang mesti dilalui.Banyak cerita dari kota ini, yang membuat saya sadar tentang kecilnya diri ini. Raga semakin merasakan bau tanah yang kian menyengat, karena dari situlah asalnya. Fikiran terus bercerita yang tak pernah dimengerti oleh hati.

      Kita kecil. Matahari bukan lah kosmos jagad raya. masih ada ayahnya bahkan kakeknya atau buyut-buyutnya yang tak mampu ditampung oleh neutron-neuron serta impul-impuls saraf yang ada didalam otak.

     Apa yang mau disombongkan wahai manusia. Kita memasukan manis, asin, renyah, gurih, tapi kita mengubahnya menjadi bahan yang hina dan merasa jijik menyentuhnya terlebih mencium aromanya. Air menyadarkan kita tentang kotornya tubuh ini. Alam mengajarkan kita tentang realitas,relatifitas itu mutlak dan tak bertambah ataupun berkurang bahkan seperti adanya tanpa kita ataupun adanya kita.

      Hidup bukanlah tentang pengaruh idelogis atau dogma dari leluhur kita yang harus kita lakukan dalam bentuk ritual penyembahan. Tapi Tuhan menitipkan akal agar kita bisa Iqrho'. Agar kita paham, what,why,how,where dan when you'll doing? or was you take' to inside to u'r self?.....

       Ini hanyalah sandiwara....semua indra yang kita punya memliki kepekaan frequensi yang berbeda. Akan tetapi semua diubah menjadi gelombang elektromagnetik didalam otak agar mampu ditranskripsikan, hingga kita berfikir apa ini, dan apa itu. Kemudian muncullah pertanyaan causalitas,sebab dan akibat dan pertanyaan-pertanyaan lainnya.

      Saya menyimpulkan tentang formulasi hidup hanya ada dua. Pertama, Cermatilah  dirimu, sekelilingmu dan diatasmu .Yang beruntung hanyalah orang-orang yang berfikir. Kedua carilah frekuensi dirimu, dimana letak posisimu berada, maka kau akan sadar tentang makna hidup, syukur,sabar,tauhid,menghargai sekelilingmu, dan mejawab teka-teki hidup..

03 Maret 2013 22.22 WIB

Tidak ada komentar:

Posting Komentar